HMSTimes - What Happened Today? Program Pamsimas di Pertanyakan Warga | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Program Pamsimas di Pertanyakan Warga

Program Pamsimas di Pertanyakan Warga

HMSTimes.com, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna Program Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS), kantor sekretariat di jalan Dt. Kaya Mohd Benteng, melaksanakan program, salah satunya di desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan, tepatnya di Pian Padang.

Tertulis di papan kegiatan yaitu program Penyediaan air minum dan sanitasi (Pamsimas) Kabupaten Natuna. Volume 1 (Satu) paket. Pengadaan air bersih, Sanitasi dan Kesehatan. SPPB Nomor (Kosong). Jumlah dana Rp 406.153.000. Bantuan APBN Rp 324.907.000. Swadaya masyarakat (Kosong). Incash 16.2460.000 dan Inkind 65.000.000. Waktu pelaksanaan 90 (Sembilan Puluh) hari, tidak ada bertulis dimulainya kegiatan dan jatuh tempo kegiatan. Lokasi Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan, Provinsi Kepulauan Riau. Pelaksana kegiatan yaitu Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) Sumber Rezeki.

Letak bangunan Program Pamsimas, informasi yang berkembang dibangun di tanah milik Daeng Rusnadi, Mantan Bupati Natuna. “Status tanah tempat bangunan Pamsimas tersebut saya belum tahu pastinya, hibah, pinjam pakai atau dibeli”. Tidak pernah kordinasi sama saya selaku RT, ungkapan Ketua RT 03 / RW 01,Pian Padang, Azwar, (15/2/2019), kepada HMSTimes.com dan rekan.

Azwar juga mengatakan bangunan Pamsimas dilokasi berupa sumur diameter 3 meter X 3 meter, dan bak penampungan air dengan posisi berada di ketinggian  kurang lebih sekitaran 10 meter. Saat ini Penyambungan pipa induk di tepi jalan sudah ada, namun dari sumur ke water tank (bak penampungan air), pipa belum ada terkoneksi. Water pump (pompa pengantar air ke bak penampungan dari sumur) juga belum ada.

Saat dilokasi tidak terlihat lagi ada progres kegiatan para pekerja, dan serta pipa kerumah warga juga belum ada dipasang. Hal ini yang menjadi perhatian warga dan mempertanyakan kepada saya.” Jelasnya.

“Dari pantauan dan penelusuran HMSTimes.com dan rekan ditemani Azwar, membuktikan keterangannya, di lokasi bangunan. Didapati sumur sumber air tidak tertutup, tiang-tiang penyanggah, bak air berdiameter berukuran  3 meter X 3 meter, belum di semen halus (aci) sudah di cat, ruangan dibawah bak air yang juga berukuran sama dengan bak air berdiameter 3 meter  X 3 meter masih kosong.  Dan lantai mengelilingi sumur sudah ada rusak patah”.

Menurut penjelasan Azwar, Harapannya warga RT 03 / RW 01 Pian Padang, perhatian instansi pengawasan terkait, untuk memperhatikan, agar supaya bentuk bantuan penyediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya warga Pian Padang, Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan, terealisasi sebagaimana semestinya dengan baik dan dirasakan manfaatnya.

Hingga berita ini diterbitkan, terkait pelaksana kegiatan, ketua Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sumber Rezeki, belum dapat dikonfirmasi, dihubungi nomor yang tertulis di papan kantor sekretariat beralamat di jalan Cemaga, Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan, tidak aktif. HMSTimes.com dan rekan mencari tahu kerumahnya  untuk konfirmasi, Yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Koordinator Program Pamsimas di Kabupaten Natuna bernama Erfan, (19/2/2019), ketika dikonfirmasi HMSTimes.com, mengatakan pembangunan program Pamsimas untuk di wilayah Kabupaten Natuna, keseluruhan anggaran sebesar 9,5 M, untuk 46 desa/Kelurahan dari tahun 2014.

Untuk pembangunan Pamsimas di Pian Padang, desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan, pekerjaan bangunan Pamsimas di bulan Agustus tahun 2018.

Status tanah, Erfan mengatakan, tanah hibah dan hak pakai. Tanah masyarakat, nama pemilik untuk sementara belum diketahui. “Kalau untuk sumur itu tanah pak daeng tapi kalau tower saya ga tau bang’. Katanya.

Teknis kucuran anggaran, dikucurkan 2 tahap langsung ke rekening Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM), dari Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN). Tertulis di papan kegiatan INCASH, menurut penjelasan Erfan artinya swadaya masyarakat dalam bentuk uang, dan INKIND artinya swadaya masyarakat dalam bentuk tenaga maupun material.

“Pengawasan dilakukan oleh Fasilitaor Masyarakat, bernama Jurandi, hendromi dan afdhalu jannah”. fasilitatornya turun langsung mendampingi masyarakat namanya Fasilitator Masyarakat, kebetulan mereka putra daerah hasil seleksi satker provinsi.

Teknis Penyambungan kerumah warga, tidak termasuk dalam Volume 1 (Satu) paket yang tertulis di papan proyek kegiatan. “Sarana aja dengan pipa kontribusi, Pamsimas hanya sampai jaringan, Kalau kerumah boleh swadaya, atau dengan dana APBDesa atau dana lainnya.” Jelasnya Erfan.

(Abdullah Lubis).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: