HMSTimes - What Happened Today? Pesawat Asing Masuk Tanpa Ijin, Dikepung 2 Pesawat Tempur F16 Dan Dipaksa Turun Di Lanud Raden Sadjad, Ranai | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Pesawat Asing Masuk Tanpa Ijin, Dikepung 2 Pesawat Tempur F16 Dan Dipaksa Turun Di Lanud Raden Sadjad, Ranai

Pesawat Asing Masuk Tanpa Ijin, Dikepung 2 Pesawat Tempur F16 Dan Dipaksa Turun Di Lanud Raden Sadjad, Ranai

HMSTimes.com, Natuna- Pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara perintahkan dengan tegas agar mendarat sebuah pesawat negara asing jenis Boeing yang memasuki wilayah indonesia tanpa izin di ruang udara Natuna, Selasa siang,(2/5/2018). Pesawat asing tersebut dipaksa oleh pasukan pengaman wilayah terotorial udara indonesia dengan armada tempur udara pesawat jenis F-16,turun dipangkalan udara Raden Sadjad Ranai,Natuna. sejumlah personil Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (RSA) Ranai, bersenjatakan SS2, bersiaga penuh dilandasan.

Sebelumnya, di ruang udara Natuna, pesawat Boeing berwarna dominan putih,sebuah target sasaran dua pesawat tempur F-16 TNI AU. Berbagai kemampauan dan strategi proses pengawasan kedaulatan udara Indonesia,akhirnya dapat menguasai keadaan oleh kedua prajurit TNI AU yang memiloti pesawat tempur F16 membuat pesawat neagara asing merasa terdesak,setelah itu akhirnya mendarat di Lanud Raden Sadjad,Ranai,Kabupaten Natuna. Pesawat Boeing digiring menuju apron Markas Lanud RSA Ranai. Sementara dua pesawat F-16 TNI AU dengan tangkas tetap bermanuver. Hanya berjarak beberapa meter diatas landasan. Pesawat Boeing asing,memasuki wilayah Indonesia tanpa izin itupun berhenti. Tangga turun dipersiapkan dan sejumlah prajurit TNI AU, salah satu membawa anjing pelacak masuk keruangan pesawat. Dua orang asing tersebut yang merupakan Pilot dan co-Pilot digiring turun, dengan kondisi tangan terborgol.

Setelah dilakukan rangkaian pengamanan dan juga setelah diperiksa isi dalam pesawat “super jumbo” dengan anjing pelacak,kedua warga negara asing tersebut di gelandang ke markas Lanud RSA Ranai. Dua orang warga negara asing, tersebut berlogat bicara berbahasa Jepang. Sang Pilot tidak bisa berbahasa Inggris. Sehingga Pilot yang tidak bisa berbahasa inggris tersebut menyulitkan dalam proses penyidikan,(Verbal). Pilot F-16 TNI AU,Kapten (Pnb) Prama,menceritakan kronologis kejadian penangkapan bermula dari pantauan satuan Radar 212 Ranai. Dari pantauan langsung dilaporkan ke Komando Pertahanan Udara Nasional. Akhirnya diturunkan dua unit pesawat tempur F-16 Skuadron Udara 16 Rusmin Nurjadin Pekanbaru, Riau. Salah satu pilotnya yaitu Kapten Prama. Pesawat Boeing maskapai penerbangan asing memasuki wilayah Indonesia tanpa izin itu tertangkap di wilayah udara Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Hasil komunikasi udara antara Kapten Prama dengan Pilot pesawat boeing negara asing dalam pengawasan diketahui pesawat mereka mengalami kerusakan navigasi,(Lost Navigation),Otomatis memasuki wilayah udara Indonesia, tanpa izin.“ Rute pesawat asing tanpa izin memasuki wilayah udara Indonesia berangkat dari bandara Jepang akan menuju Bandara Kuala Lumpur,Malaysia. Mereka mengaku navigasinya rusak,tanpa disadari telah memasuki wilayah zona kedaulatan udara Indonesia. Kita giring, agar mendarat ke Bandara Lanud RSA Ranai. Ketinggian penerbangan, ketika ditangkap,altitude sekitar 18 ribu feet,”Jelas Kapten(Pnb) Prama. Tidak dapat membenarkan alibi yang diberikan sang pilot pesawat asing tersebut terkait navigasi pesawat asing masuk tanpa izin itu dengan rusak atau hanya alasan saja. Sebagai aparat keamanan wilayah udara,diminta pesawat boeing milik negara asing yang masuk tanpa ijin agar mengikuti arahan Indonesian Army Force menuju bandara milik Indonesia yang terdekat,yaitu Lanud Raden Sadjad Ranai.“ Hasil rangkaian penyelidikan team Lanud RSA Ranai, akan diketahui, apa yang terjadi yang membuat pesawat asing tersebut memasuki wilayah udara Indonesia. Apakah benar navigasinya rusak,atau ada rencana lain.” Tegasnya Kapten Prama.

Disisi lain Dan Lanud Rden Sadjad,Ranai,Kolonel (Pnb) Azhar Adhitama dengan tegas mengatakan demikianlah berupa kegiatan simulasi latihan penanganan pelanggaran wilayah udara nasional, dilaksanakan oleh prajurit TNI AU di Lanud RSA Ranai. Giat simulasi yang telah berlangsung menurut penjelasan Danlanud Kolonel (Pnb) Azhar, dilaksanakan selama lima hari,bermula dari tanggal 30 April hingga 5 Mei 2018. Simulasi ini berdasarkan instruksi Markas Besar TNI. Dengan simulasi Kolonel Azhar berharap, perajurit selalu siaga menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia,dari campur tangan asing.” Darat,laut dan udara Indonesia,TNI siap siaga menjaga kedaulatan NKRI.” Tutupnya

Lubis

Editor : A.Z

One thought on “Pesawat Asing Masuk Tanpa Ijin, Dikepung 2 Pesawat Tempur F16 Dan Dipaksa Turun Di Lanud Raden Sadjad, Ranai

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: