HMSTimes - What Happened Today? Pertumbuhan Ekonomi Batam Lemah, Ini Pendapat Benhauser Manik, Pengusaha Batam. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Pertumbuhan Ekonomi Batam Lemah, Ini Pendapat Benhauser Manik, Pengusaha Batam.

Pertumbuhan Ekonomi Batam Lemah, Ini Pendapat Benhauser Manik, Pengusaha Batam.

HMSTimes.com, Batam – Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) saat ini anjlok. Berdasarkan data Bank Indonesia Kepri di awal tahun 2017, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 2,02 persen, dibanding ditahun sebelumnya 5,24 persen. Dan ini menjadi pertumbuhan terburuk sejak tahun 2009.

Sementara perekonomian global, nasional membaik. Di Sumatera  mengalami perbaikan. Dari 4,03 di triwulan III menjadi 4,49 di triwulan IV. Dan tahunannya meningkat dari 3,53 di 2015 menjadi 4,29 di 2016. Tren penguatan ekonomi Sumatera didukung hampir semua provinsi. Perlambatan justru terjadi di Kepri. Hal ini disampaikan Kepala BanK Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, saat keterangan pers beberapa waktu yang lalu.

Ini menjadi sorotan, karena Kepri khususnya Batam tidak mampu keluar dari masalah keterpurukan ekonomi yang cukup vital bagi kemajuan dunia usaha.

Benhauser Manik, sosok seorang pengusaha Batam yang berkiprah di Jakarta berpendapat, “ Terjadi perlambatan pertumbungan ekonomi bahkan cenderung mati suri, sehingga mengakibatkan penduduk Batam tidak mampu bertahan dengan tingginya biaya hidup setiap hari. Maka, dengan sangat terpaksa memilih untuk meninggalkan Batam mencari tempat tujuan lain yang lebih menjajikan”, kata Ben kepada HMSTimes.com, Kamis (22/6/2017).

“Kondisi ini sudah berlangsung selama 4 tahun terakhir. Dimana kebanyakan perusahaan dibidang perkapalan tidak mampu bertahan.  Di sebabkan minimnya permintaan dari costumer yang mana saat ini hanya melakukan perbaikan serta perawatan berkala baik itu kapal maupun tongkang”, jelas Ben.

Benhauser Manik menyikapi, lemahnya control system yang di lakukan pemerintah serta kajian yang tidak tepat sehingga tidak ada perbaikan signifikan untuk mengembalikan roda ekonomi berjalan dengan baik. Jika pemerintah melalui Gubernur, Walikota serta jajaranya tidak segera melakukan evalusai perbaikan maka sangat mungkin provinsi Kepri akan tertinggal dari provinsi lain.

Langkah yang segera perlu dilakukan pemerintah pengelolaan ekonomi UMKM dapat menjadi solusi mengingat hingga saat ini kepri cenderung sebagai peyandang bukan pengkonsumsi sehingga pelaku usaha dapat mengalihkan usahanya di wilayah lain bahkan di negara lain. Kepri harus dapat menciptakan terobosan mengembalikan kejayaan. Sehingga generasi anak bangsa yang akan datang dapat terus meningkatkan kwalitas secara berkesinambungan, tutupnya.

sr

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: