HMSTimes - What Happened Today? Peringati Harla ke 92 PCNU Kayong Utara Selenggarakan Dialog Penguatan Aswaja An Nahdliyah | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Peringati Harla ke 92 PCNU Kayong Utara Selenggarakan Dialog Penguatan Aswaja An Nahdliyah

Peringati Harla ke 92 PCNU Kayong Utara Selenggarakan Dialog Penguatan Aswaja An Nahdliyah

HMSTime.com, Kayong Utara- Pengurus Cabang Nahdatul Ulama(NU) Kayong Utara selasa malam 30 januari mengadakan acara peringatan”Hari lahir Nahdatul Ulama” yang ke 92,  yang di hadiri oleh para Alim Ulama tokoh NU Kayong Utara dan juga PWNU dari Provinsi serta Kapolres Kayong Utara.

Acara berlangsung dengan khikmad yang di ikuti sekitar 200 Nahdliyin dan Muslimat NU, yang mengabil tema” Dialog Penguatan Aswaja An Nahdliyah dan Penguat Khidmat Pengurus Nahdatul Ulama”.

Sebelum acara dialog yang di buka oleh ketua PWNU H.Hildi Hamid yang juga bupati Kayong Utara, dilantai dua Gedung NU jalan Bhayangkara Sukadana juga di adakan istighosah mendoakan keamanan dan ketertiban serta kedamaian di Kayong Utara dalam menghadapi Pemilu Kepala daerah yang akan di laksanakan serentak pada bulan juni nanti.

Dalam dialog yang dipandu oleh H. Effendi Ahmad membuat suasana di dalam ruangan menjadi penuh semangat saat dua narasumber menyampaikan materi. Narasumber pertama KH. Jipridin M.Si menceritakan sejarah awal berdirinya NU dan memaparkan bahwa dalam NU terbagi menjadi dua yakni NU secara  Jam’iyah dan NU jama’ah( yang terstruktur dan yang kultural). NU Strutural adalah yang menjadi tempat bernaung dan menampung aspirasi dari jamaah, sedang NU jamaah adalah umat yang menjadi pengikut yang dalam jesehariannya melaksanakan Amaliah dan aqidah NU.

” Ciri ciri orang NU itu dapat di lihat dari penampilan dan amaliahnya sehari hari,  biasa pake sarung sandal jepit kopiah hitam, suka berjamaah, papar KH Jipridin.

KH Jipridin juga menuturkan bahwa berdirinya PBNU menjadi cikal bakal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) yang mana para tokoh pendiri NU melalui istikhoroh merumuskan PBNU yg konon telah sejalan dengan idiologi Negara.

Pemateri kedua Dr.Zulkifli abdillah menambahkan perlu adanya korelasi antara para pengurus dan jamaah NU, agar tercipta keharmonisan, dan NU merupakan kekuatan besar yang telah banyak berkontribusi dalam ikut memerdekakan dan menjaga NKRI, karena itu perlu adanya sinergi antara NU dan pemerintah.

Dalam dialog yang di beri kesempatan oleh tiga orang penanya menyampaikan keluh kesah yang terjadi dalam masyarakat dan umat akhir akhir ini ” Miftahul huda ketua LTNU Kayong menyoroti adanya isu isu sesat yang sering di lontarkan umat terhadap NU, Verry liem ketua muallaf Kayong menyoroti lemah dan kurangnya perhatian serta pembinaan terhadap kaum muallaf, dan kurangnya perhatian terhadap sekolah agama sehingga terancam tutup yang di sampaikan oleh salah satu guru pembina madrasah di Kayong Utara.

Acara berlangsung dengan tertib hingga pukul 23.30 yang di tutup dengan doa dan tawasul yang di pimpin oleh KH. Samadikun dengan mengharap barokah dan Ridho Allah Swt.

Ali.M

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: