HMSTimes - What Happened Today? Perda Sarang Walet Belum Pernah di Sosialisasikan ke Pengusaha | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Perda Sarang Walet Belum Pernah di Sosialisasikan ke Pengusaha

Perda Sarang Walet Belum Pernah di Sosialisasikan ke Pengusaha

Hendrik Lim, pengusaha sarang walet

HMSTimes.com, Natuna – Sehubungan penomena aturan dan peraturan pengelolaan sarang walet di Kabupaten Natuna, menurut Hendrik Lim, salah seorang pengusaha sarang walet, yang disapa akrab oleh masyarakat Natuna Pak Atiang, ketika di konfirmasi HMSTimes.com, melalui WhatApps, (17/2/2019), bahwa rumah walet tidak masalah, asal jaga suara speakernya di Kecilkan.

“Jika suaranya mengganggu masyarat itu tidak boleh, kalau untuk flu burung sampai sekarang belum pernah terdengar, seperti daerah lain tembilahan, sungai guntung, pontianak, Pekanbaru, Selat Panjang.” Katanya.

“Itu di pasar di ruko-ruko, semuanya rumah walet. Jika mau bangun tempat tinggal atau ruko jadikan rumah walet, kordinasi dulu dengan tetangga, kalau tetangga setuju, saya kira tidak ada masalah, tapi kalau tidak ada koordinasi dengan tetangga itu tidak baik, itu pendapat saya.” Jelasnya.

Masih kata Hendrik Lim, terkait pajak belum pernah pak, mungkin karena rumah waletnya tidak banyak, dan kalau rumah walet paling cepat 5 tahun baru ada hasilnya pak. Jika ada sarang walet wajar dibayar pajak untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Berkaitan dengan Peraturan daerah (Perda), kalau isi perda belum pernah sosialisasi ke pengusaha walet”. Kata Hendrik Lim

Harapan Hendrik Lim Kedepannya “Saya tidak tahu isi perda walet, tapi perda itu harus (Netral), tidak berat sebelah, dan adil, dan kalau kita banding dengan daerah lain, banyak sekali rumah walet, mungkin pemda harus survey rumah walet, daerah yang saya sampaikan itu. Setelah survey baru buat Perda, dapat perbandingkan daerah kita dan daerah lain. Hanya itu yang dapat saya sampaikan dan masukan, terimakasih Pak.” Jelasnya.

(Abdullah Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: