HMSTimes - What Happened Today? Peraturan Menteri SUSI Merubah Paradigma Pelaku Usaha Kepiting Tarakan | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Peraturan Menteri SUSI Merubah Paradigma Pelaku Usaha Kepiting Tarakan

Peraturan Menteri SUSI Merubah Paradigma Pelaku Usaha Kepiting Tarakan

HMSTimes.com, Tarakan – Mengimpelementasikan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 56 tahun 2016 Koperasi Produsen Nelayan Kaltara (KPNK) menabur bibit kepiting di tambak kepunyaan bapak Rais (Red :Petambak). Berlokasi jalan Jembatan Bongkok Tarakan (Sabtu/03/02). Sekitar pukul 19.00 Wita penaburan bibit kepiting bertujuan agar hasil tambak yakni kepiting, dan petambaknya tidak lagi disangka melakukan hal yang ilegalm oknum penegak hukum

Terpampang spanduk lahan budidaya kepiting tambak, maka kepiting tersebut bukanlah ilegal bukan hanya kepitingnya melainkan pelaku usahanya juga tidaklah melakukan hal yang ilegal, “ini juga merupakan tantangan untuk meyakinkan Menteri Susi karena Koperasi Produsen Nelayan Kaltara adalah satu satunya Koperasi di Kalimantan yang bergerak di bidang pembudidayaan ekosistem Mangrove Semoga ini bisa di lihat oleh Kementerian, bahwasanya secara khusus petambak yang tergabung dalam KPNK bukanlah melakukan hal, yang di larang oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, kami sudah melakukan pembudidayaan” ungkap Robin Aritonang.

Melakukan pembudidayaan sesuai dengan Peraturan Menteri No 56 tahun 2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster (panulirus spp.), kepiting (scylla spp.), dan rajungan (portunus spp.) dari wilayah negara republik indonesia (pasal 3).

Dengan mengikuti peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan dicegahnya tindakan pelaku usaha kepiting yang selama ini hanya bisa mengambil terus menerus tanpa melihat dampak kedepannya yaitu kepunahan bagi habitat kepiting. Berbekalkan kerja sama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP)  Jepara dan Balai Budidaya Air Payau (BBAP)  Takalar sebagai penyedia benih kepiting untuk di lahan budidaya anggota Koperasi Produsen Nelayan Kaltara.

Mangatur Nainggolan mengatakan “dengan peraturan menteri ini maka seluruh nelayan yang selama ini bebas mengambil kepiting dari alam ( pinggiran perarian hutan bakau) menjadi dibatasi sesuai peraturan dimaksud. Selain itu juga dengan peraturan menteri Susi, masyarakat melalui Koperasi Produsen Nelayan Kaltara akhirnya berpikir untuk melakukan budidaya kepiting dengan kerja sama dengan balai milik KKP di Takalar dan Jepara. Dengan kerja sama ini Jutaan benih Kepiting bisa dihasilkan untuk ditebar di lahan tambak di Tarakan”

Sekiranya hal ini mengajarkan langkah untuk melanjutkan aturan tersebut ke tahap praktek yakni,  dengan di bentuknya Koperasi Produsen Nelayan Kaltara,  agar menjadi perpanjangan tangan dari aturan yang telah dibuat Kementerian secarak praktek.

Adapun aktivitas prakter tersebut, dilakukannya sosialisasi kepada nelayan yang belum tergabung dengan Koperasi Produsen Nelayan Kaltara. Pemasangan spanduk di lokasi budidaya guna menyelamatkan petambak dari kejaran oknum penegak hukum, yang masih mengira bahwa tambak tersebut banyak kepitingnya dan kepiting adalah ilegal untuk ditangkap.

Merasa hampir di tangkap Mus (Red: nama samaran) mengatakan “ saya pernah mau di tahan, terus saya jelaskan tambak saya adalah lokasi budidaya tapi oknum tersebut tidak percaya”. Ungkapnya demikian.

Kemudian Teguh selaku anggota KPNK mengatakan, “agar terhindar dari jeratan tersebut KPNK tidak berputus asa untuk melakukan pembudidayaan, bukan untuk memusnahkan melainkan untuk melestarikan” kata Teguh.

hes

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: