HMSTimes - What Happened Today? Penimbunan Drainase Di Daerah Marina Yang Menyebabkan Banjir, Pihak Kecamatan Dan Kelurahan Terkesan Cuek | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Penimbunan Drainase Di Daerah Marina Yang Menyebabkan Banjir, Pihak Kecamatan Dan Kelurahan Terkesan Cuek

Penimbunan Drainase Di Daerah Marina Yang Menyebabkan Banjir, Pihak Kecamatan Dan Kelurahan Terkesan Cuek

HMSTimes.com, Batam- Beberapa hari terakhir kota Batam dilanda hujan deras yang mengakibatkan sebagian wilayah kota Batam tenggelam Banjir, sehingga akses lalulintas pun ikut terganggu.

Salah satu lokasi yang sering menjadi langganan banjir adalah akses jalan dari perumahan Graha Mas menuju perumahan Graha  Namarina Kelurahan Tanjung Riau Kecamatan Sekupang. Dari pantauan HMSTimes.com di lokasi banjir setinggi lutut orang dewasa ( kurang lebih 50 cm)  dengan 2 jam durasi hujan yang mengguyur lokasi tersebut.

” satu tahun belakangan ini daerah ini sudah menjadi langganan banjir, disebabkan adanya mpembangunan rumah liar (Ruli) sepanjang pinggir jalan tersebut dengan menimbun drainase yang sudah ada, serta adanya kegiatan usaha ternak sapi dilokasi tersebut, yang menimbun lokasi tersebut yang selama ini merupakan tempat penampungan air sehingga air tidak meluap kejalan,” kata Aris salah seorang warga Marina Raya yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Lanjut Aris , selain menimbun lokasi yang menyebabkan banjir yang posisinya di bawah SUTET, juga kotoran ternak menimbulkan aroma tidak sedap di sekitar lokasi yang di apit oleh beberapa pemukiman warga.

Terkait hal ini HMSTimes.com pernah mengkonfirmasi langsung kepada Lurah Tanjung Riau, SALMADI, SE dan kepala Trantib kecamatan Sekupang Drs.DELFERI, ke kantornya,  tetapi tidak ada tanggapan sama sekali, dan pembangunan Ruli serta penimbunan lokasi tersebut masih berlanjut hingga saat ini.

Sesuai komitmen Wali kota Batam M.Rudi, SE, bahwasanya masalah banjir akan di selesaikan akhir tahun ini. Apakah itu bisa terealisasi biarlah masyarakat yang menilai…???

Warga sekitar lokasi berharap ada tindakan nyata dari pemerintah, karena hanya jalan tersebutlah yang merupakan satu-satunya akses jalan keluar masuk warga, serta meminta relokasi ternak sapi yang berada di tengah-tengah pemukiman warga yang selalu mengirim bau tak sedap di kala angin berhembus ke perumahan mereka.

A.Z

Editor : A.Z

berikut videonya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: