HMSTimes - What Happened Today? Pengerjaan Drainse di Simpang Cikitsu Ke Taman Raya, Membawa Petaka Ketika Hujan Datang | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Pengerjaan Drainse di Simpang Cikitsu Ke Taman Raya, Membawa Petaka Ketika Hujan Datang

Pengerjaan Drainse di Simpang Cikitsu Ke Taman Raya, Membawa Petaka Ketika Hujan Datang

Banjir menggenangi perumahan Taman Raya

HMSTimes.com, Batam- Dari tahun ketahun setiap musim penghujan, kota Batam sudah menjadi langganan banjir,  salah satunya adalah daerah perumahan Taman raya tahap 1 dan 2, dinama lokasi tersebut merupakan muara aliran air dari perumahan Cikitsu, Presianna, Dotamana, BSI, sehingga drainase di daerah Taman raya tidak bisa menampung debit air yang masuk, sehingga meluap dan menggenangi pemukiman warga.

Warga Taman Raya merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut karena pemukiman mereka menjadi langganan banjir, Seperti kejadian hari ini, Jumat, (24/8/2018) hujan yang mengguyur kota Batam, banjir kembali bertandang ke perumahan Taman Raya.

Salah satu warga Taman Raya, Limbong mengatakan pemukiman kami menjadi langganan banjir setiap hujan datang. Limbong mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani banjir dilingkungannya, dimana sebelumnya pada saat pengerjaan drainase di Simpang Cikitsu dan dialirkan ke Taman raya, sudah sering banjir karena drainase tidak sanggup menampung air kiriman dari atas, dan hal ini sudah diprotes oleh warga dengan demo dilokasi proyek seperti dimuat harian Batampos tanggal 16 agustus 2017 (warga demo proyek drainase di Batam center) tetapi pengerjaan nya tetap diteruskan. seperti apa sih siteplannya pengerjaan drainase tersebut, koq tidak ada perhitungan pada perencanaan sebelum dikerjakan ? Kemana dinas sumber daya air (SDA) kota Batam, yang bertanggung atas itu ? tanyannya.

Ia melanjutkan bahwa sebelum aliran pembuangan air dari perumahan tersebut diatas,  drainase Taman raya masih bisa menanpung air jikalau hujan datang.

Limbong dan warga lain merasa aneh pengerjaan drainase dilingkungannya, dimana pemasangan batu miring disepanjang drainase tidak merata, dalam arti pemasangan batu miring tersebut dipenggal-penggal. kenapa tidak dari Taman raya sampai ke Bandara, seperti di perum Pesona ada pemasangan batu miring. apakah mungkin ada calo-calo proyek yang bermain disana ? kesalnya.

Selain sempitnya drainase yang mengakibatkan banjir, banyaknya para pedangang pinggir jalan dan warga yang buang sampah sembarangan disaluran drainase. Dan hal ini juga salah satu kendala dari kelurahan yang telah menurunkan escavator untuk menormalisasi parit, terhalang oleh para pedagang, terang Limbong.

(A.Z)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: