HMSTimes - What Happened Today? Pendemo Meminta Wali Kota Batam Rudi Untuk Orasi Bersama Mereka | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Pendemo Meminta Wali Kota Batam Rudi Untuk Orasi Bersama Mereka

Pendemo Meminta Wali Kota Batam Rudi Untuk Orasi Bersama Mereka

HMSTimes.com,Batam – Aksi yang di lakukan oleh forum komunikasi  RT/RW se kota Batam pertama kali mendatangi kantor wali kota  dengan menyayikan lagu indonesia raya yang di pimpin oleh salah satu  Polwan kemudian memanjatkan doa yang dipimpin oleh RW yang  biasa dipanggil pak Lubis.

Mereka meminta  walikota untuk turun, untuk ikut bersama mereka  ke bright untuk sam- sama  menyuarakan penolakan, namun tidak ada tanggapan dari wali kota.
Saat di Pemko kordinator sekaligus orator mengatakan kalau saya menjadi walikota saya sudah mengusir  Bright dari Batam ini karna telah menindas banyak masyarakat. Dan  mengancam agar ,” Bright jangan macam macam di sini, karna ini negara NKRI jadi kalian harus mengikuti, dan menaati  peraturan yang ada di negeri ini, kalau tidak lebih bagus kalian angkat kaki dari Negara ini pulanglah ke negara asalmu, sahut lubis.
Kami di sini menolak kenaikan listrik sebanyak 45%, kalaupun naik cukuplah hanya 10%.  Jika tidak kami tidak akan membayar listrik, kecuali listriknya tidak naik. Terlalu banyak warga yang mengeluh kepada kami.
Salah satu RW berkata, tadi malam kami di suruh gubernur menjumpainya di Graha Kepri untuk membahas permasalahan ini, kami datang , dan saat di suruh mengira-ngira kerugian PLN oleh gubernur, kami tidak percaya , sehingga gubernur menyuruh kami untuk mendatangkan akuntan publik. Bagaimana kami bisa mendatangkannya , sedangkan uang kami pun tidak ada.
Kami mau kenaikan listrik tersebut , namun lowongan pekerjaan harus di buka supaya seluruh warga bisa bekerja dan mendapat gaji yang tinggi.
Setelah selesai orasi di pemko, para pedemo beranjak ke Bright dan menggiring 2 orang sekretaris bright menuju Graha Kepri untuk memberi penjelasan

Willy Lubis.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: