HMSTimes - What Happened Today? Pemko Batam Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Di Pulau Karas | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Pemko Batam Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Di Pulau Karas

Pemko Batam Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Di Pulau Karas

HMSTimes.com,Batam- Program pemerintah kota Batam melalui Dinas sosial (Dinsos) merenovasi sekitar 50 rumah tidak layak huni  (RTLH) di pulau karas kecamatan Galang. Salah satunya adalah rumah Alias. Alias yang menerima kunci replika rumah barunya dari wali kota Batam M.Rudi, sangat gembira.  Kunci berukuran besar dengan bahan dasar gabus ini diserahkan Walikota Batam, sebagai tanda serah terima rumah secara simbolis kepada warga penerima  bantuan.

Alias menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya kepada pemko Batam atas bantuan yang di berikan kepadanya. Ini seperti rumah baru,  Karena kondisi rumah berganti total pasca renovasi.

“Tadinya papan, sekarang semen semua,” kata Alias.

Selain dari segi bahan dasar, luasan rumah juga mengalami perubahan. Menurut Alias, tempat tinggalnya kini sedikit lebih besar dari bangunan sebelumya. Bahkan lebih besar daripada luas yang ditentukan pemerintah pemberi program RTLH ini.

“Agak mending dari yang kemarin ukurannya. Ditentukan Dinas, 6×6. Dibuatnya 8×6. Alhamdulillah cukup bahannya,” kata dia.

Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini mengatakan bantuan yang diberikan Dinas Sosial bukan dalam bentuk uang tunai. Melainkan bahan bangunan seperti semen, seng, broti, pintu, dan jendela.

Rumah barunya ini ia bangun dengan bantuan masyarakat sekitar secara gotong royong. Waktu penyelesaian berkisar dua pekan.

Proses pembangunan dilakukan bertahap per ruangan. Sehingga tetap bisa ia dan keluarganya tempati selama renovasi berlangsung.

Menurut Alias, ada 6-7 rumah lagi yang mendapat bantuan serupa di Pulau Karas. Dan ada beberapa lainnya yang mendapat bantuan rehabilitasi sebagian, bukan bongkar habis seperti rumahnya. Berdasarkan informasi dari tokoh masyarakat Kelurahan Karas, total 50 RTLH yang menerima bantuan rehabilitasi.

Warga lain yang mendapat bantuan renovasi rumah adalah Ira. Ibu dua anak ini menempati rumah panggung di atas laut. Sehingga bahan bangunan yang ia terima berupa seng, papan triplek, broti, dan paku. Sama seperti Alias, rumah Ira juga dibongkar habis. Namun selama pengerjaan, ia tinggal di rumah mertua yang berada tepat di sebelah rumahnya.

Diharapkan dengan bantuan seperti ini masyarakat pulau yang masih merupakan daerah admistrasi Kota Batam bisa sejajar dengan warga yang ada di Batam, Dan hal ini juga sangat mendukung program pemko tentang percepatan pembangunan, yang akan mengucurkan dana anggaran Rp 1 milliar perkelurahan.(***)

A.Zagoto

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: