HMSTimes - What Happened Today? Pemko Batam Akan Menyalurkan Bantuan Bencana Alam Puting Beliung | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Pemko Batam Akan Menyalurkan Bantuan Bencana Alam Puting Beliung

Pemko Batam Akan Menyalurkan Bantuan Bencana Alam Puting Beliung

 

HMSTimes.com,Batam- Bencana alam angin puting beliung yang menghantam pemukiman warga kelurahan Tanjung Riau Sekupang Batam, data dari lapangan  sebanyak 21 rumah di dua RW Kelurahan Tanjungriau Kecamatan Sekupang mengalami kerusakan Senin (1/5).

Sembilan di antaranya dalam kondisi rusak berat, delapan rumah rusak sedang, dan empat alami kerusakan ringan. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 700 san juta.

adapun rumah yang mengalami kerusakan antara lain:

Lokasi RW 01 / RT01, Sania, Hendri, Zaleha, Yandra, Aminah, Habibah, Zafar, Cimar, Sonia, Budi, sementara  Lokasi RW 02/RT 01 yaitu : Aheng, Uting, Sikn, Choderi, Nawi, Bambang Asmara, M.Idris, Ahmad Nur, Nurhayati, M.Rusdi.

Dari bencana ini, Korban alhamdulillah tidak ada, kita bersyukur. Rumah rusak, ada yang rata, ada yang atapnya saja,” kata Walikota Batam, Muhammad Rudi yang langsung meninjau lokasi begitu mendapat kabar.

Ia mengatakan pemerintah sedang menunggu data pasti kerugian yang dialami warga. Data ini dibutuhkan untuk menentukan besaran bantuan yang akan diberikan pemerintah.

Menurutnya bantuan akan diberikan dalam bentuk uang tunai untuk perbaikan rumah. Meski mungkin tidak bisa berikan secara penuh sesuai kebutuhan, diharapkan dapat meringankan beban warga.

“Kita pakai dana darurat untuk bangun rumah. Kita bantu uang, tidak full. Kita serahkan pada yang bersangkutan. Mereka bangun sendiri. Dana akan keluar setelah kita dapat data lengkap, baru diputuskan bersama-sama,” ujarnya.

Rudi mengatakan bantuan tidak bisa diberikan melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Karena penerima bantuan RTLH ini sudah terdata nama-namanya sejak setahun lalu.

Selain bantuan dana perbaikan rumah, pemerintah juga menyiapkan dapur umum bagi korban. Dapur umum akan berdiri selama tiga hari untuk bantuan makanan.

“Tenda umum tidak diperlukan, karena rata-rata tetangganya ini saudara mereka juga. Jadi tinggal di rumah saudaranya,” kata Rudi.

Dari penuturan masyarakat bahwasanya bencana itu datang diawali dengan hujan deras, kemudian angin datang dari arah laut sangat kencang hingga menyapu beberapa rumah yang ada di sana. ujar Choderi.

Karin

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: