HMSTimes - What Happened Today? Pemerintah Kota Batam Membuka Layanan Siaga 112 Untuk Masyarakat | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Pemerintah Kota Batam Membuka Layanan Siaga 112 Untuk Masyarakat

Pemerintah Kota Batam Membuka Layanan Siaga 112 Untuk Masyarakat

 

HMSTimes.com, Batam – Kepala Dinas Kominfo (Kadis Kominfo) Kota Batam Salim menjelaskan program kerja Pemkot Batam saat ini menyuguhkan satu system, ada 12 jenis layanan kegawatdaruratan yang ditangani Batam Siaga 112. Jenis layanan ini tertuang dalam Peraturan Walikota Batam nomor 16 tahun 2017 yang disahkan pada 13 Maret lalu.

Kalau layanan Batam Siaga 112 ini meliputi permintaan ambulans gawat darurat, penyelamatan manusia, penanganan kebakaran, kejadian kecelakaan, tindak kriminal, hingga terorisme. Kejadian terkait bencana, hewan buas atau berbisa, pohon tumbang juga bisa dilaporkan melalui nomor tunggal panggilan darurat ini. “Melalui 112 juga masyraakat Batam bisa melaporkan tentang kerusakan konstruksi yang menimbulkan adanya korban atau mengganggu aktivitas”.

Dikatakan Salim (4/4-2017), selain yang dia disebutkan di atas, ada juga program penanganan kegawatdaruratan lain, seperti penanganan narkoba juga dilakukan melalui layanan ini. Karena dalam pelaksanaan penanganannya, juga melibatkan banyak pihak. Tidak hanya organisasi perangkat daerah atau unit pelaksana teknis di Pemerintah Kota Batam, tapi juga instansi vertikal.

Yang ikut kita libatkan dalam hal penanganan kegawatdaruratan yang dari instansi Vertikal yakni, Polresta Barelang, Badan SAR Nasional wilayah Barat, Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan Batam, serta Badan Narkotika Nasional Kota Batam. “Layanan Batam Siaga 112 ini juga terintegrasi dengan Palang Merah Indonesia dan badan hukum lainnya”.

Kondisi kegawatdaruratan ini bisa masyarakat melaporkan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Karena pemerintah telah menyiapkan 12 tenaga call taker yang bekerja dalam tiga shift.

Mekanisme kerjanya adalah telepon yang masuk ke 112 diterima call taker. Kemudian diproses oleh supervisor untuk diteruskan ke instansi terkait sesuai jenis kegawatdaruratan. Pesan diteruskan melalui aplikasi telegram.

“Waktu yang dibutuhkan untuk meneruskan informasi dari masyarakat sampai ke tim lapangan sesuai standard operational procedure-nya adalah tiga menit. Sementara untuk penanganannya beragam, sesuai jenis kejadian gawat daruratnya,” ujarnya.

Willi Lubis/Jefri Pasaribu

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: