HMSTimes - What Happened Today? Pelabuhan dan Jalan Poros  Desa Selaut Butuh Perhatian Pemerintah | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Pelabuhan dan Jalan Poros  Desa Selaut Butuh Perhatian Pemerintah

Pelabuhan dan Jalan Poros  Desa Selaut Butuh Perhatian Pemerintah

Kepala Desa (Kades) Selaut, Abu Hair.

HMSTimes.com, Natuna – Desa Selaut terletak di wilayah administratif di kecamatan Bunguran Barat. Masyarakat desa Selaut adalah asli melayu Natuna dengan jumlah penduduk 397 orang dari 101 kepala keluarga (KK). Mayoritas penduduk desa Selaut berprofesi sebagai nelayan.

Untuk menuju desa Selaut, lebih dahulu ke pelabuhan di desa Semedang, Kecamatan Bunguran Batubi dengan jarak tempuh waktu 1 jam perjalanan. Namun jika kondisi jalan bagus hanya memerlukan waktu lebih kurang sekitaran 40 menit lama perjalanan. Jika melihat kondisi jalan saat ini yakni kondisi ruas jalan hampir 80% rusak parah dan berlubang-lubang. Tentu hal ini menjadi perhatian dari pemerintah daerah baik pemerintah provinsi maupun pemkab.

Sebelum sampai pelabuhan di Desa Gunung Putri saat melintasi sebuah lahan yang ditanami kelapa sawit tampak terkesan tanaman palawija itu ‘Hidup segan mati tak mau’. Cerita masa silam, dari berbagai sumber mengatakan bahwa tanaman sawit tersebut gagal. Ini merupakan pengalaman hidup masyarakat Batubi sewaktu tergabung dalam program transmigrasi tempo dulu yakni tahun delapan puluhan.

Di desa Gunung Putri sebelum sampai ketujuan pelabuhan desa Semedang, dinamika pembangunan fasilitas umum sudah menyentuh masyarakat. Terlihat akses jalan berupa pembangunan jalan semenisasi beton betulang, kokoh dan badan jalan lebar. Serta pembangunan sarana dan prasarana ibadah, fasilitas umum lainnya merupakan aset desa dan infrastruktur berupa jaringan listrik sudah dapat dinikmati oleh masyarakat kecamatan Bunguran Batubi.

Perjalanan dari pelabuhan nelayan di desa Semedang ke Desa Selaut terasa sangat melelahkan. Jarak tempuh menyita waktu perjalanan 3 jam lamanya. Riak gelombang tak mau kalah, menyelimuti perjalanan menuju sampai lokasi. Melintasi kota terapung bernama Sedanau, terkenal dengan hasil budidaya ikan napoleon. Ikan napoleon dikenal hingga ke negara Hongkong.

Dari kota terapung, perjalanan menuju desa Selaut sedikit mengundang kecemasan karena kondisi cuaca mendung berlanjut hujan. Namun kemampuan seorang pengemudi pompon, Nasrun tidak diragukan lagi membuat seluruh para penumpang pompon nyaman hingga sampai ketujuan dengan keadaan selamat.

“Beginilah terkadang kami menghadapi cuaca, hal seperti ini sudah biasa bang,”kata Nasrun mengurai kedinginan tubuhnya basah diguyur turunnya hujan.

Semakin dekatnya desa Selaut, berlatar belakang gunung menjulang tinggi ditumbuhi rimbun pohon cengkeh dan kelapa. Gunung tinggi menjulang tersimpan mata air, menjadi sumber kehidupan masyarakat Selaut, mayoritas pekerjaan sebagai nelayan dan berkebun cengkeh. Suatu pemandangan indah, potensi sumber daya alam indah (Wonderful Natuna).

Kondisi pelabuhan tempat berlabuh pompong dan  naik turun masyarakat itu dibangun pada waktu masa kepemimpinan Bupati Hamid Rizal terdahulu butuh perlu perhatian, karena tiang-tiang penyanggah ruas badan pelabuhan sudah terlihat rapuh, retak dan struktur tulangan sudah tampak berkarat.

Salah seorang masyarakat Selaut, Isa mengatakan bahwa pelabuhan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Melihat kondisi pelabuhan saat ini diharapkan agar dapat diperbaiki. “Berbicara keselamatan fasilitas umum bagi masyarakat, kami sadari semua melalui proses, namun demikian kami berharap semoga pemkab Natuna mendengar keluhan masyarakat bawah dan selanjutnya memberikan perhatian,”kata Isa kepada HMSTimes.com. Selasa (11/12/2018).

Mendengar keluhan masyrakat, Kepala Desa (Kades) Selaut, Abu Hair, menjelaskan kebutuhan masyarakat seperti perbaikan pelabuhan sudah masuk pembahasan di tingkat musrenbangdes dan musrenbangcam namun belum juga teralisasi. Begitu juga dengan jalan poros desa Selaut, Kades mengaku hal itu menjadi kebutuhan masyarakat. Jalan poros desa Selaut dibangun sudah lebih 20 tahun, saat ini kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan. Kedua hal tersebut terkesan juga kurangnya perhatian wakil rakyat duduk di kantor dewan dari dapil 3.

Abu Hair juga menjelaskan desa Selaut belum pernah dikunjungi dalam rangka kunjungan kerja oleh petinggi Pemkab Natuna, hal ini merupakan sebuah kenyataan pahit, membuat masyarakat Selaut merasa kurang diperhatikan. Masyarakat Desa Selaut kedepan berharap dapat nperhatian dari pemerintah daerah.

Tokoh masyarakat Natuna, Ibrahim Ilyas dan Haili juga berharap instansi terkait supaya memberikan perhatian kepada masyarakat desa Selaut. Dengan demikian segala bentuk peningkatan pembangunan skala bertahap kedepan dapat meningkatkan sosial ekonomi masyarakat. (Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: