HMSTimes - What Happened Today? PDAM Mangkrak, Ketum LKP minta Bupati KKU Copot Jabatan Kepala UPT Air Bersih. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > PDAM Mangkrak, Ketum LKP minta Bupati KKU Copot Jabatan Kepala UPT Air Bersih.

PDAM Mangkrak, Ketum LKP minta Bupati KKU Copot Jabatan Kepala UPT Air Bersih.

HMSTime.com Kayong Utara, Sukadana – Permasalahan Air Bersih tidak bosan-bosannya di suarakan  oleh masyarakat Kayong Utara, dimana Proyek pembangunan sistem penyediaan air minum 5 (SPAM)  mangkrak, hingga hari ini belum juga bisa di rasakan manfaatnya oleh warga sehingga menuai banyak protes.

Belakangan kembali ramai di bicarakan,  oleh beberapa Akun media sosial terutama masyarakat di kecamatan Simpang Hilir.

Juminggu HS ketua umum LKP saat di temui di ruang kerjanya menuturkan kekecewaannya, ia berharap agar Bupati dan DPRD mengevaluasi “proyek pembangunan sarana Air bersih dan meminta Bupati mengganti kepala UPT air bersih.

” Saya selaku aktivis lingkungan sosial meminta Bupati kayong utara berserta anggota DPR KKU mengevaluasi ulang proyek air bersih yang selama ini di KKU Diduga hanya untuk kepentingan kelompok bukan untuk kepentingan  kebutuhan masyarakat luas. Proyek air bersih kembali menuai protes masyarakat. Pemicunya, Hasil dari perjuangan unjuk rasa 2016 di halaman kantor bupati KKU tidak membuahkan hasil hanya meredam  perjuangan aksi, karena pada saat itu ada  kunker Jokowi dalam rangka Mensukseskan berjalannya Sail Karimata 2016 di pantai Pulau Datok, Kemudian warga Anjut lagi audensi di kantor DPRD KKU tidak juga membuahkan hasil,” tutur Juminggu.

” Menurut saya kegiatan proyek pipa air bersih di KKU orientasinya bukan untuk kepentingan rakyat, sekali lagi untuk kepentingan kelompok, analisis mengenai dampak lingkungan proyek penyaluran air harus di bidangi orang-orang yang ahli di lingkungan sumber daya alam dan manusia, bukan orang yang ilmunya selalu di tunggangi kepentingan pribadi serta mencari sensasi.

Bicara sumber daya alam / debit air, di KKU subur akan sumber daya alam “hutan penyanggah kita masih ada terlihat.

Hutan yang masih hijau dengan pepohonan dan rotan serta bambu yang menyelimuti gunung dan bukit, sebagai penyanggah batu & pasir masih jelas di lihat mata,” lanjut tutur Juminggu.

Juminggu juga menambahkan bahwa, untuk kerusakan ekosistem hutan di KKU mungkin belum parah di banding daerah lain.

Hanya tata cara atau sistem pengelolaan  sumber daya manusia yang tidak bisa melihat dengan jelas bahwa setiap tahun populasi penduduk semakin meningkat.

Artinya Pemda saat ini gagal….Rapor merah untuk Pemda KKU. Menyoal pertambangan di KKU dilakukan investor secara tertutup, sehingga Masyarakat dan DPRD Kabupaten Kayong Utara tidak bisa mengakses dokumen tersebut.

” Belum lagi kejelasan Proyek air bersih tersebut kuat dugaan saya  telah melanggar kedaulatan rakyat. Proyek air bersih dieksploitasi tanpa memperhatikan kepentingan rakyat dan kelestarian lingkungan. Eksploitasi ini akan menjadi bencana kekeringan masyarakat di masa mendatang, Pengerjaan proyek pemasangan pipa raksasa yang ditanam di ruas jalan raya juga kerap diprotes masyarakat, palagi pihak pelaksana proyek lamban dalam memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak, “enggalian badan jalan raya harus dipertanyakan izinnya”meski itu merupakan proyek pemerintah, Jika tidak ada izin proyek galian pipa harus dihentikan dan diproses hukum. Kami minta pihak pemerintah menjelaskan proyek air bersih di kku, jika tidak rakyat akan terus melawan, khususnya para aktivis  peduli air bersih,” tutup Juminggu.

Bukram Ketua Aktivis Peduli Air Bersih Simpang Hilir dalam Akun facebooknya  menyarankan rekan-rekannya untuk kembali beraudiensi dengan lembaga perintah.

” Cobe surat e bupati, kite tatap muke”.

Undang pihak instansi PU atau lembaga pemerintah yang terkaitnya gak tentang permasalahan air bersih. Kami siap hadir, kalau dari pihak kami simpang hilir udah dak mempan melakukan auden ke legislatif dan eksekutif,” Tulis di Akun Bukram.

Ali.M

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: