HMSTimes - What Happened Today? Pak Kapolri Dan Kapoldasu Diminta Usut Tuntas Kasus Pengusiran Wartawan Di Polsek Tanjung Morawa !!!! | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Pak Kapolri Dan Kapoldasu Diminta Usut Tuntas Kasus Pengusiran Wartawan Di Polsek Tanjung Morawa !!!!

Pak Kapolri Dan Kapoldasu Diminta Usut Tuntas Kasus Pengusiran Wartawan Di Polsek Tanjung Morawa !!!!

HMSTimes.com, Batam-Polsek Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang ,-mendadak ricuh diduga karena seorang Polisi merasa tidak senang atas kedatangan Seorang wartawan .kedatangan wartawan tersebut ke Polsek Tamora ingin hendak melakukan konfirmasi karena melihat adanya razia tanpa plank yang pada saat itu Leo melihat satu unit truck tronton diberhentikan seorang Polisi di depan Mako Polsek Tanjung Morawa , Namun saat Leo hendak melaksanakan tugas jurnalistiknya, dia mengaku diperkalukan tidak wajar oleh Para personil Polsek Tanjung Morawa , Dimana Pada  (26/9) Pagi , Leo Depari (27) adalah salah seorang Wartawan media online yang pada saat melintas melihat adanya personil petugas yang melakukan razia yang tanpa menggunakan Plank Razia .

“melihat ada sebuah mobil tronton sumbu dua BK 9946 DP yang di berhentikan oleh salah seorang pria yang berpakaian dinas lengkap polri pas di depan Polsek Tanjung Morawa , setelah mengamati akhirnya Leo pun menyapa supir truck tersebut , dan menanyakan kepada supir truck yang bernama Fadli Ansori (25) warga Dsn VII SUmber Makmur Batu Bara,  Leo Depari pun akhirnya ingin konfirmasi mengenai kegiatan tersebut kepada Kapolsek Tamora karena mengingat mobil tersebut diberhentikan pas di depan polsek tanjung morawa .

Leo pun mendatangi Mapolsek Tanjung Morawa dan Menemui salah seorang petugas sembari menunjukan Kartu Pengenal Wartawan nya dan memberitahukan maksud dan tujuan kepada salah seorang personil polsek yang memiliki tinggi badan sekitar 170 cm, Namun Ketika di jumpai ,Leo Mendapatkan informasi bahwa kapolsek tidak ada diruangan, selanjutnya Leo bermaksud supaya kedatangan nya ke Polsek tersebut tidak lah sia sia , akhirnya dia meminta nomor Hp Kapolsek Tanjung Morawa kepada personil yang pada saat itu ada di hadapan nya , namun Pria kelahiran 17 Agustus ini sangat heran mengetahui Polisi yang di temuinya tersebut tidak mengetahui nomor Kapolseknya .

Namun Polisi yang ditemui nya tersebut meminta kepada nya supaya menanyakan kepada salah seorang personil yang duduk di depan nya , Leo mendatanngi Pria yang dimaksud , di hadapan pria tersebut, Leo Pun di tunjuk ke arah salah seorang Polisi yang berada di ruangan SPKT Polsek Tersebut ,karena tak ingin dipermainkan terus , Leo pun mengatakan ” Yang mana yang sebenarnya ini . kesana kemari , ” saya heran kepada bapak kenapa tidak tahu akan nomor Hp Kapolsek , Padahal kan itu nomor pimpinan bapak.

hal tersebut membuat langsung membuat Ipda Agus Toni Lumbangaol sekaligus pria yang duduk di ruangan SPK tersebut Marah dan langsung mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seoranga anggota Polri , ” kau orang nias ya, udah gak usa di layani dia , kau masih anak- anak ya , sok kali kau wartawan , banyak sekali gayamu , terdengar juga dari mulut salah seorang anggota Polisi di Polsek tersebut yang mengatakan ” keluar kau sana , pigi sana kau !!!! . Ungkap Leo Sembari Menirukan ucapan personil Polsek Tanjung Morawa tersebut kepadanya .

Leo lalu mengucapkan hal bahwa Polri itu  Melayani , Melindungi dan Mengayomi , Namun Ipda Agus Toni Lumbangaol dan para personil lain nya tidak memperdulikan ucapan Leo seperti hal nya angin berlalu .

Akibat dari hal tersebut Leo merasa Polsek Tanjung Morawa menghalang halangi dirinya untuk menjalankan tugas jurnalistik nya. padahal Setahu Leo , Wartawan pada saat menjalankan tugas jurnalistik dilindungi oleh UUD , padahal Leo sudah menunjukan Id Cardnya kepada salah seorang personil yang berada di lokasi tersebut .

Merasas aktifias jurnalistiknya di halang halangi dan mendapatkan hal yang tidak sepantas nya dari personil polsek tersebut , Akhirnya Leo Pun Mendatanngi Ruangan Bid Propam Polda Sumut untuk melaporkan perbuatan Oknum tersebut , Namun Leo disaran kan Oleh salah seorang Pria yang diketahui Leo bertugas di Paminal Polda sumut Ipda Eko supaya langsung konfirmasi hal tersebut langsung kepada Kapolsek nya .

Kapolres Deli Serdang Saat Di konfirmasi via Selular (26/9) Sore  Mengatakan ” kasus ini tidak perlu di perbesar , ” Setiap orang bisa melakukan kesalahan , ya saya harapkan bisa saling menghargai saja pungkasnya.

Mengetahu hal tersebut , salah seorang praktisi hukum yang sekaligus juga berprofesi sebagai pengacara di kota metropolitan tersebut pun angkat bicara ” Law Firm Mangatur Nainggolan ,SH,MH , MM saat di komfirmasi Via selular mengatakan bahwa ” mengutuk siapa pun yang mencoba menghalangi wartawan dalam mencari berita ,Wartawan dalam tugas jurnalitik nya di lindungi oleh UUD saat melakukan aktifitasnya sebagai jurnalis ”  jadi siapa saja yang menghalangi halangi tugas liputan wartawan bisa di kategorikan perbuatan yang melawan hukum , Dalam hal ada pihak yg menghalangi peliputan berita, maka pihak yg menghalangi sebaiknya dilaporkan kepada instansi terkait agar diproses sesuai hukum yg berlaku. Menghalangi tugas wartawan sama dengan penghianatan terhadap rakyat dan Demokrasi, karena bisa saja rakyat jadi terhalang mendapat informasi.

Mangatur menambahkan ” kalau laporan Leo tidak diterima di Propam Polda Sumut ,sebaiknya Kapolri harus turut campur agar masalah ini diusut tuntas, agar Kapolri Dan Kadiv Propam beserta Kapolri bersikap atas tindakan oknum polsek tersebut Ungkapnya kepada Awak Media.(*)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: