HMSTimes - What Happened Today? "Merasa Terancam" Wartawan DataRiau.com Laporkan Pengancam Ke Polisi | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > “Merasa Terancam” Wartawan DataRiau.com Laporkan Pengancam Ke Polisi

“Merasa Terancam” Wartawan DataRiau.com Laporkan Pengancam Ke Polisi

pengurus AJOI Natuna, saat mendampingi Ari.

HMSTimes.com, Natuna – Wartawan DataRiau.com bernama Arizki Fil Bahri (28), merasa terancam keselamatannya, sehubungan pemberitaan berjudul (Persatuan Pemuda Tempatan Natuna Silahturahmi Bersama Bupati).” Akibat pemberitaan itu, Ardi Wijaya, salah seorang pengurus Persatuan Pemuda Anak Tempatan, bukan (Persatuan Pemuda Tempatan), tak senang.

Penjelasan Arizky, biasa disapa Ari, menceritakan kejadian yang membuat dirinya merasa terancam, ketika Ardi bersama sejumlah rekan-rekannya menyambangi tempat tinggalnya, di Kantor sekretariat DPC Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Natuna, Jalan Pramuka, Ranai, Rabu 13 Februari 2019, sekitar pukul 22.00 Wib.

Ari disambangi, malam mulai larut itu, ketika pintu kantor di gedor orang. Melihat ada yang datang, dengan wajah kurang bersahabat, Ari mengajak para tamu, yaitu Ardi dan rekannya berbicara di teras Kantor AJOI Natuna.”

Ari juga menjelaskan, bahwa Ardi tidak terima berita silahturahmi organisasinya dengan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dipublikasi.

“Ardi tampak emosi, mengajak saya berantam, satu persatu dengan Ardi dan rekan-rekannya,” kata Ari di Kantor AJOI Natuna, Kamis siang 14 Februari 2019. “Rekan-rekan Ardi, sekitar 4 atau 5 orang,” Ardi bersama rekannya sambangi Kantor AJOI Natuna, dengan menaiki mobil.” Katanya Ari

Selanjutnya Ari juga mengatakan, melihat gelagat tak beres, Ari hanya diam, tak mau melawan. Kejadian itu, sempat diketahui sejumlah warga sedang ngopi malam, di Warung Mangga Dua, tepat di depan Kantor AJOI Natuna. “Saya melihat kejadian itu,” ujar Bernad, salah seorang rekan media. “Tapi saya tak tahu masalahnya, karena lagi nongkrong di Mangga Dua.”

Atas kejadian itu, Ketua DPC AJOI Natuna Roy Sianipar segera mengadakan rapat pengurus. Dalam rapat pengurus, atas persetujuan DPD AJOI Kepulauan Riau diputuskan, Ari segera melapor kejadian tersebut pada Satreskrim Polres Natuna.

“Sudah saya diajak berantam, Ardi pun meminta menghapus berita silahturahmi organisasinya dengan Bupati Natuna,” kata Ari, dalam rapat pengurus. “Jelas, saya tak mau hapus berita telah dipublikasi.”

Menurut Roy Sianipar, permasalahan Ari, sudah mengganggu DPC Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Natuna. Sebab pengurus organisasi tak mau dipublikasi silahturahmi dengan Bupati Natuna itu, telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dihalaman kantor.

Apalagi dipermasalahkan hanya sebuah pemberitaan serimonial. “Dimana letak salah berita itu. Hanya berita silahturahmi, tak perlu dipermasalahkan,” kata Roy. “Apalagi sambil mengancam meminta berita dihapus, jelas melanggar Undang-Undang Pers 40/1999,” timpal Ari.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, BAB VIII Ketentuan Pidana, Pasal 18 ayat (1) tertulis, setiap orang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Pasal 4 ayat 2 tertulis, terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Ayat 3, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STLP/14/II/2019/SPKT – Natuna, nama Arizky Fil Bahri (korban), mengalami pengancaman oleh Ardi Wijaya di Kantor DPC AJOI Natuna, Jalan Pramuka, Ranai pada Kamis 13 Februari 2019″. (*)

(Abdullah Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: