HMSTimes - What Happened Today? Memprihatinkan, Siswa-Siswi SMP di Segeram Natuna, Belajar Tanpa Guru | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Memprihatinkan, Siswa-Siswi SMP di Segeram Natuna, Belajar Tanpa Guru

Memprihatinkan, Siswa-Siswi SMP di Segeram Natuna, Belajar Tanpa Guru

HMSTimes.com, Natuna – Kegerahan Kamarul Zaman ketika menyaksikan anak-anak murid (Pelajar), pesisir di Desa Segeram, belajar  tanpa guru. Keprihatinan lelaki setengah baya ini juga sangat beralasan, mengingat Kabupaten  Natuna merupakan prioritas  pembangunan bagi Presiden  Jokowi. 5 pillar pembangunan ditetapkan Presiden ke 7 Indonesia itu. Berada di daerah perbatasan, bukanlah keinginan bagi anak-anak Natuna. Meski demikian rasa nasionalis dalam dada, masih terserat kuat. Meski Natuna adalah merupakan penyumbang devisa Negara, Namun masyarakat yang masih banyak kekurangan, apalagi Sumber Daya Manusia nya . Oleh karena itu, program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan terkait Indonesia mengajar ,menambah nilai plus bagi pemerintahan Jokowi. Meski program ini, mencederai sebahagian besar tenaga guru PTT, pil pahit itu harus mereka telan. Mengingat para guru yang di perbantukan, baru tamat Sarjana namun telah diangkat jadi PNS.

Sayangnya masyarakat Segeram, mempertanyakan guru mengajar bagi anak-anak SMP satu atap di  Desa Segeram. Desa yang dulunya merupakan kota kecil dan kampung tua, memang tergolong terisolasi. Sebab selama ini akses ke sana hanya lewat laut. Namun daerah ini sedikit lega, karena tahun 2017 lalu, TMMD, membuka jalur keisolasian, lewat darat. Meski belum bisa dilakukan dengan mulus,namun program ini berdampak positif bagi masyarakat Segeram.

Desa Segeram dihuni puluhan kepala keluarga, sebab desa ini, sudah banyak ditinggal masyarakat, karena serba kekurangan. Aliran listrik juga tidak ada. Pada hal program listrik masuk desa terus didengungkan. Oleh sebab itu lah tokoh pemuda, Kamarul Zaman, meminta kepada. pemerintah Pusat maupun daerah , siapapun pemangku kebijakan lewat  Disdik Natuna, agar segera mengirimkan tenaga guru ke desa Segeram. Sehingga anak-anak pesisir, dapat menerima pendidikan dengan baik.ucapnya di akun  Facebook Berita Natuna.

Harus diakui  program pemerintah Pusat lewat Kemendikbud, mengangkat  sarjana pendidikan. Menjadi PNS untuk ditempatkan di daerah 3 T.(Tertinggal,, Termiskin dan Terluar) harus didukung bersama. Sayangnya program  Indonesia mengajar, tidak sampai ke desa Segeram, yang nota benenya sulit dilalui transportasi. Lalu timbul pertanyaan.Dimana dan kemana para tamatan SPD  diangkat menjadi PNS dan katanya ditempatkan di daerah 3T.

Bupati Natuna Hamid Rizal langsung mengambil sikap.Langkah cepat kepala Daerah ini harus diacungi jempol. ia  minta Kepala Dinas Pendidikan agar meninjau Persoalan Tenaga Guru   di desa  Segeram. Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup  sesuai dengan martabat manusia . Tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal  penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan ucap Hamid dikediamannya.kamis (13/09/2018),Kepada awak media.

Bupati sangat sedih, melihat dunia  pendidikan didaerah segeram belajar tanpa guru, padahal di kota banyak tenaga guru yang bisa ditempatkan kesana. Saya sudah perintahkan Kadisdikpora Natuna, agar memperhatikan hal  hal seperti ini. Saya tidak akan tinggal diam dan meminta daerah mana saja yang kekurangan  guru. Jangan ada lagi daerah lain bernasib sama dengan  SMP 1 Atap segeram.” Kita mau agar anak-anak disana ,bisa belajar dengan nyaman , mendapatkan ilmu dengan baik.” Jelas Bupati.

(Lubis)

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: