HMSTimes - What Happened Today? Membaca Play-Effect Batam Menari | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Membaca Play-Effect Batam Menari

Membaca Play-Effect Batam Menari

Oleh Alex Guspineldi,

Anggota DPRD Provinsi Kepri

“Batam Menari,” liukannya sudah terasa sekarang, meski acaranya belum dimulai. Ini cengkok baru dalam bisnis Batam, yang sejak aaal dihadirkan untuk menopang ekonomi bangsa yang sedang bekerja keras ini. Lantas apa itu “Batam Menari?”

Ya menari, acara kolosal yang baru pertama kali digelar. Tak ada sangkut pautnya dengan industri. Sekedar pelipur lara atau akan jadi pundi-pundi baru yaitu dunia wisata. Sesuatu kalau digarap dengan baik dan benar memang bisa mendatangkan uang. Kalau sekadar serimonial malah menghabiskan uang.

Apapun, Batam menari,  telah  telah menyita perhatian publik Batam selama beberapa pekan terakhir, apalagi menjelang hari H pelaksanaan 8 April 2018. Satu kelompok berada dalam euforia optimisme menyambut dengan sangat positif event tersebut, tapi kelompok lainnya mempertanyakan banyak hal . Bahkan menilai event tersebut adalah kesia-siaan dan sebatas hiburan semata. Rekor Muri yang menjadi target pencapaian Batam Menari juga dipandang tidak akan berguna untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Batam yang terpuruk dalam dua tahun terakhir.

Kontribusi event Batam menari ini dipandang hanya berdampak kecil pada peningkatan kunjungan wisata. Apalagi untuk menaikkan kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Regional (PDRB). Kontribusi pariwisata terhadap PDRB Batam hanya 2,83% rata-rata setiap tahun. Bandingkan dengan kontribusi sektor manufaktur yang di atas 50% terhadap PDRB.

Lebih ekstrim pernyataan, berbagai event pariwisata yang digelar BP Batam selama ini hanyalah upaya menutupi kondisi Batam yang sedang sakit.. Pokoknya Batam harus menunjukkan geliat ekonomi dengan melakukan berbagai event tersebut. Sementara kelompok lain hanya melihat semua kondisi dengan pertanyaan apakah bertahan di Batam atau harus pindah ke daerah lain?

Berbagai pertanyaan tersebut sangat wajar karena memang sejauh ini BP Batam sebagai pemilik event tidak menjelaskan kepada publik secara gamblang. Masyarakat Batam juga perlu memperoleh penjelasan semua program BP Batam tersebut. Yang terpenting adalah multiplier effect apa yang didapatkan BP Batam dan masyarakat pada saat pelaksanaan dan pasca-pelaksanaan event-event tersebut?

Ini yang coba kita kaji, kita gali bersama – sehingga gambaran nyata dari semua event tersebut apakah memang mampu memberikan harapan perbaikan bagi kehidupan masyarakat. Bagaimana hubungan logika dan realitas serta kajian yang sudah dibuat BP Batam sehingga opini, berbagai kegiatan kepariwisataan itu akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Batam. Pertanyaannya pariwisata apa yang akan dijual untuk mendatangkan wisatawan asing atau domestik itu? Apakah eventnya itu sendiri atau apa? Hal ini juga perlu dijelaskan kepada publik.

Pesimistis yang ditunjukkan masyarakat terhadap berbagai event kepariwisataan dengan berbagai kegiatan itu juga wajar ada, karena selama beberapa tahun belakangan Batam memang kondisi ekonominya terus memburuk. Pergantian pimpinan BP Batam dari Mustofa Cs ke Hatanto Cs dan berlanjut ke Lukita Cs ternyata belum mampu mengangkat Batam dari kubangan masalah. BP Batam sepertinya belum mampu mendiagnosa masalahnya atau sudah tahu masalahnya tapi tidak tahu jalan keluarnya.

Kalau kita jujur, yang berpandangan positif terhadap berbagai event tersebut hanya kelompok yang secara langsung atau tidak langsung terlibat, atau mendapatkan keuntungan dari pelaksanaan event. Yang paling antusias ya pegawai BP Batam tentunya karena selain ada aktivitas juga memberikan keuntungan langsung atau tidak langsung. Sementara kelompok masyarakat yang tidak terlibat dan memperoleh keuntungan apapun cenderung hanya melihat sambil berharap memang benar apa yang disampaikan pejabat BP Batam.

Di sisi lain, masyarakat semakin terancam kehidupannya dengan program pelebaran jalan poros dilakukan Pemko Batam. Tempat usaha yang berada di pinggir jalan semua dirobohkan dan digusur tanpa alternatif tempat pengganti. Bayangkan kondisi itu bagi masyarakat yang mata pencahariannya hanya dari usaha yang digusur tersebut. Maka matilah masyarakat, terutama ekonomi bawah,walaupun dari segi keindahan dan lancarnya lalu lintas berdampak bagus,tapi waktunya saja yang kurang tepat,karena kondisi ekonomi lagi tidak sehat secara umum.

Kembali ke soal Batam Menari, secara teknis sulit memahami kegiatan itu dapat dilaksanakan dengan baik untuk jumlah peserta sampai 16.000 orang. Di mana pelaksanaan event tersebut yang mampu menampung manusia sebanyak itu untuk kegiatan menari. Kita contohkan stadion saja yang digunakan, panjang lapangan bola 100-110 meter dengan lebar 64-74 meter. Kalau posisi peserta tari dengan jarak satu meter saja maka lapangan bola saja hanya mampu menampung sekitar 8.000-an orang. Artinya kalau target peserta Batam Menari sekitar 16.000 orang maka diperlukan lokasi dua kali luas lapangan bola. Sementara BP Batam sudah menyatakan orang yang mendaftar sebagai peserta tari sudah mencapai 22.000-an.

Itu baru teknis luas, belum dipotong penempatan panggung, sound sistem dan segala perlengkapan lainnya. Masalah terbesar lainnya adalah lahan untuk parkir kendaraan baik sepeda motor maupun mobil peserta tari, yang luasnya diperlukan minimal sama dengan lahan yang dipakai menari. Itu baru untuk peserta, bagaimana dengan tamu undangan yang hadir maupun masyarakat yang mau menonton kegiatan tari tersebut? Apalagi dalam kegiatan Batam Menari, BP Batam juga menghadirkan artis Zaskia Gotik, Wali Band, Ivan Gunawan dan lain-lain.

Pertanyaannya sekarang, kegiatan Batam Menari ini orientasinya kemana? Apakah sekedar mau mengejar memecahkan rekor MURI, tanpa perlu penonton, atau apa? Kalau hanya untuk rekor MURI, pertanyaannya untuk apa? BP Batam itu lembaga pemerintah yang didirikan pemerintah pusat untuk melakukan percepatan pembangunan dan menjadikan Batam sebagai motor ekonomi nasional. Apa hubungan antara rekor MURI dengan upaya pertumbuhan ekonomi? Apakah sertifikat rekor MURI yang didapatkan itu kemudian secara serta merta akan menarik wisatawan datang ke Batam, hanya untuk melihat sertifikat MURI?

Pandangan yang mengatakan, pada kegiatan Batam Menari akan terjadi perputaran uang miliran rupiah. Itu betul. Persoalannya perputaran itu, siapa yang menikmati dan di mana berputarnya? Yang pasti diuntungkan dalam adalah Event Organizer pelaksana kegiatan, artis yang diundang, pemilik peralatan yang disewa, orang-orang yang punya akses ke panitia untuk sekadar ikut berdagang. Jadi multiplier effect apa yang didapatkan dengan pelaksanaan Batam Menari, baik saat pelaksanan maupunpasca-pelaksaan.

Pertanyaan berikutnya, penggunaan anggaran? Berapa dana yang diperlukan dan sudah dikeluarkan oleh BP Batam untuk beberapa event pariwisata tersebut? Apakah pengguanaan anggaran itu mencerminkan efektivitas dan memberikan manfaat yang besar bagi perekonomian Batam? Sepertinya memang BP Batam perlu menjelaskan banyak hal kepada publik terkait program event-event tersebut dalam suatu forum terbuka sehingga langsung sehingga bisa mendapat tanggapan dan penilaian publik.

Sejauh ini, ketika mencoba otak-atik apa keuntungan dan membaca multiplier effect dari semua pelaksanaan event pariwisata, terutama Batam Menari, kok belum tergambar dengan jelas. Selain belum dapat dipahami, keberadaan BP Batam yang sebenarnya sangat strategis bagi pembangunan ekonomi Batam, kok justru menempatkan diri seperti event organizer itu sendiri, atau bahkan sekadar juru bayar kegiatan. Kalau sekedar pelaksana event kegiatan kepariwisataan cukuplah dengan Dinas Pariwisata Pemko Batam, tak perlu sekelas BP Batam – lembaga negara non struktural yang pimpinannya ditunjuk dan diutus dari pemerintah pusat.

Kemesraan yang ditunjukkan oleh BP Batam dan Pemko Batam kelihatannya juga hanyalah kemesraan dalam bentuk ucapan dan seremoni belaka. Belum terlihat adanya joint event yang dilakukan oleh dua lembaga pemerintah ini di Batam. Belum terlihat kerjasama yang nyata antara keduanya dalam kegiatan menarik investor dan menggenjot pariwisata. Marilah sebaiknya kemesraan dan kekompakan yang didengungkan selama ini di media ditunjukkan dengan melaksanakan kegiatan bersama yang mencipatakan sinergi untuk membangun Batam.

Batam, 29 Maret 2018

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: