HMSTimes - What Happened Today? Masyarakat Resah, Ada Tambang Emas Milik Asing Yang diduga Ilegal | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Masyarakat Resah, Ada Tambang Emas Milik Asing Yang diduga Ilegal

Masyarakat Resah, Ada Tambang Emas Milik Asing Yang diduga Ilegal

HMSTimes.com, Kayong Utara,Ketapang- Belakangan ditemukannya berdiri sebuah Perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan yang diduga Ilegal semakin meresahkan Masyarakat.

Melalui akun Facebook Ibrahim.Myh menyebutkan, pada tanggal 20 juli 2018 sekitar pukul 14.35 wib  team NWC Investigator Kalbar telah menemukan adanya kegiatan dari sebuah perusahaan tambang yang di sinyalir sebagai perusahaan yang ilegal milik Asing (Tiongkok).

Dari hasil isvestigasi NCW Investigator Kalbar berhasil mengabadikan kegiatan saat aktifitas sedang berlangsung, terlihat adanya buruh tambang yang sedang mengoprasikan sebuah lokomotif yang diperuntukan mengangkut hasil galian dari sebuah terowongan.

Menurut keterangan dari Radinus Tarsius Kepala desa Kelampai yang di himpun oleh NCW investigator yang di tulis dalam akun Facebook Ibrahim,Myh  menyebutkan ada sebuah Perusahaan yang telah merekrut tenaga kerja atas nama PT. Tanah Raja Indonesia yang awalnya menggunakan nama CV Sultan Rafi Mandiri.

Perusahaan yang beralamat di Muatan Batu Desa Kelampai Kecamatan Tumbang Titi  Kabupaten Ketapang Kalbar ini untuk mengetahui legalitasnya  telah di serahkan kepada Polda Kalbar untuk menyelidikinya dan pihak NCW Investigator juga akan segera melaporkan kasus tersebut ke Pusat untuk meminta klarifikasi tentang keberadaan perusahaan tersebut.

Kegiatan pertambangan Emas dan Uranium tersebut sudah di lakukan sejak tahun 2012 dan kelola oleh orang Tiongkok yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan hingga saat ini masih beroprasi kini menjadi viral dan meresahkan masyarakat khususnya yang ada di kabupaten Ketapang,  dimana juga di ketahui telah ada sebuah terowongan yang sudah mencapai 500m panjangnya.

Berbagai tanggapan disampaikan oleh para Netizen yang diantaranya mengkritisi sikap pemerintah daerah, Netizen mempertanyakan legalitas dari perusahaan yang di ketahui telah beroperasi sejak tahun 2012 itu.

Ali.M

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: