HMSTimes - What Happened Today? Masyarakat Batam Berharap Adanya Penambahan Sekolah Negeri Di Batam | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Masyarakat Batam Berharap Adanya Penambahan Sekolah Negeri Di Batam

Masyarakat Batam Berharap Adanya Penambahan Sekolah Negeri Di Batam

HMSTimes.com, Batam- Jumlah Penduduk Batam yang tiap tahunnya mengalami peningkatan, juga tidak lepas dari peningkatan kebutuhan masyarakat akan sarana pendidikan. Melihat polemik di masyarakat Batam yang mana banyak orang tua calon siswa pada tahun ajaran baru tahun ini, yang keberatan karena keterbatasan sekolah menerima siswa di sekolah negeri karena keterbatasan gedung sekolah.

Selain  animo masyarakat Batam untuk menimba ilmu di sekolah negeri, juga disebabkan karena biaya yang murah di banding dengan sekolah swasta.

Dalam acara Halal Bihalal di Top 100 Tembesi, Minggu (8/7), masyarakat kelurahan Tembesi kec. Sagulung melalui perwakilan masyarakat atas nama Muhammad Nur, menyampaikan permintaan mereka kepada Walikota Muhammad Rudi bahwasaya masayarakat setempat sangat mengharapkan penambahan sekolah (SMP) di wilayah mereka.

Lanjut  Nur,” untuk  SMP sudah ada lahan, tapi belum juga dibangun”, Sedangkan Sekolah Dasar, kata dia, sudah ada lima. Tapi masyarakat masih berharap ada tambahan SD lagi di Tembesi.

“Developer sudah siapkan tanah. Sudah ada plang tanah milik Pemko. Tapi ketika dicek, belum ada datanya,” kata dia.

Selain itu masyarakat juga mempertanyakan tentang penerimaan siswa baru. Karena masyarakat berharap anak-anak mereka bisa diterima di sekolah yang dekat rumah.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pemerintah akan berupaya mengakomodir keinginan masyarakat tersebut. Tapi ia berharap masyarakat tidak memaksakan apabila tidak tertampung di sekolah negeri.

“Ada aturan dari pemerintah pusat, SD hanya terima 28 siswa per kelas, SMP 32 orang. Kalau terima lebih, sekolah bisa kena sanksi tidak terima dana BOS (bantuan operasional sekolah),” ujarnya.***

A.Z

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: