HMSTimes - What Happened Today? Lukman Hakim Saefuddin : Tempat Tinggal Boleh Dijadikan Tempat Melaksanakan Aktivitas Keagamaan. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Lukman Hakim Saefuddin : Tempat Tinggal Boleh Dijadikan Tempat Melaksanakan Aktivitas Keagamaan.

Lukman Hakim Saefuddin : Tempat Tinggal Boleh Dijadikan Tempat Melaksanakan Aktivitas Keagamaan.

HMSTimes.com, Jakarta- Menanggapi kegiatan/aktifitas keagamaan yang di lakukan dirumah yang selama ini menjadi polemik dimasyarakat, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin menegaskan bahwa rumah atau tempat tinggal boleh dijadikan tempat melaksanakan aktivitas keagamaan.

Lukman mengatakan “Tidak terhindarkan, ya, jika ada kegiatan-kegiatan keagamaan di rumah kita,” di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Lukman menyampaikan justru sebaliknya jika yang tidak diperbolehkan itu adalah mengubah fungsi rumah menjadi tempat ibadah, karena pendirian rumah ibadah itu memiliki prosedur .

“Yang tidak boleh itu adalah menjadikan rumah kita sebagai tempat ibadah. Sebab, tempat ibadah itu ada ketentuan-ketentuan tersendiri,” lanjut dia.

Bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius, sehingga tidak bisa di pisahkan dengan aktifitas keagamaan, tidak mungkin melarang masyarakat melakukan kegiatan keagamaan di rumah.

“Kita mau masuk rumah saja berdoa, mau makan berdoa, dan seterusnya. Maka, ya, itu tadi, kegiatan keagamaan di rumah tidak terhindarkan,” sambungnya.

Lukman berharap agar hal ini bisa dipahami oleh masyarakat Indonesia. Salah satu contoh kasus yang di beritakan terjadi di Kebon Baru RT 001, Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, bahwasanya warga sekitar menolak kehadiran Biksu Mulyanto Nurhalim, warga menuding bahwa biksu tersebut menyalahkan gunakan rumahnya menjadi tempat ibadah, karena setiap hari sabtu dan minggu, banyak warga umat budda dari luar kecamatan sering datang, untuk membawa makanan dan minta di doakan, hal ini disampaikan oleh  Kepala Satuan Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Ahmad Alexander, seperti di kutip dari kompas.com

Namun hal terebut sudah diselesaikan melalui musyawarah pimpinan kota, dengan ketentuan yang disepakati, bahwa biksu Mulyanto tidak diperbolehkan mempertontonkan ornamen yang menyerupai kegiatan ibadah umat Buddha. Semua ornamen itu wajib dimasukkan ke dalam rumah.

A.Z/Sumber kompas.com

Editor : A.Z

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: