HMSTimes - What Happened Today? Legal Standing Perwakilan PT ASP Dianggap Cacat Hukum, Sidang di Tunda | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Legal Standing Perwakilan PT ASP Dianggap Cacat Hukum, Sidang di Tunda

Legal Standing Perwakilan PT ASP Dianggap Cacat Hukum, Sidang di Tunda

Fitri Wulandari, SH (baju kuning), KB. (baju batik) Perwalilan PT.ASP. saat menunjukan dokumen kepada hakim.

HMSTimes.com, Tanjungpinang- Sidang perkara hubungan industrial antara PT. Asahi Spray Painting (ASP) dengan mantan pekerjanya  Senyawa Harefa (SH) bergulir di Pengadilan hubungan industrial kota Tanjungpinang, provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu, (20/3/2019).

Sidang tersebut dihadiri oleh para pihak, dari pihak tergugat diwakili oleh Erni selaku HRD PT. Asahi Spray Painting dan rekannya berinisial KB, dan dari pihak penggugat diwakili oleh salah satu tim kuasa hukum pekerja Fitri Wulandari, SH.

Di persidangan kedua perwakilan perusahaan ditolak oleh ketua majelis yang memimpin sidang, disebabkan Legal standing (syarat keabsahan) cacat hukum. Keduanya hanya membawa surat tugas yang tidak ditandatangani oleh direksi perusahaan, sementara ketua majelis meminta Legal standing keduanya sebagai perwakilan yang sah dari perusahaan, antara lain, 1. akte perusahaan asli, 2.surat kuasa khusus dari direksi, yang namanya tercantum diakta perusahaan, 3.surat pengangkatan karyawan yang mewakili direksi pada persidangan, 4. ID card (tanda pengenal karyawan perusahaan).

Sementara dari pihak penggugat, ketua majelis meminta menunjukan berita acara sumpah (BAS) advokat yang asli.

Kepada Perwakilan PT. Asahi Spray Painting, hakim memberikan waktu untuk menjawab gugatan penggugat dan meminta melengkapi legal standingnya pada sidang berikutnya, namun keduanya menjawab terserah yang mulia saja dengan wajah yang penuh keragu-raguan, kata Fitri Wulandari, SH. kepada HMSTimes.com setelah sidang selesai.

“hakim meminta kepada tergugat untuk  melengkapi legal standingnya pada sidang berikutnya, namun keduanya menjawab terserah yang mulia saja dengan wajah yang penuh keragu-raguan”.

Majelis hakim yang memimpin sidang tersebut Guntur Kurniawan, SH. dan dibantu oleh dua orang hakim ad hoc PHI  yaitu, Suhadmadi, SH dan Yasokhi Zalukhu, SH., memutuskan untuk menunda sidang dan akan dilanjutkan pada tanggal 27 maret 2019.

(A.Z)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: