HMSTimes - What Happened Today? Krimsus Polda Babel Amankan Johan, Penampung Timah Ilegal | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Krimsus Polda Babel Amankan Johan, Penampung Timah Ilegal

Krimsus Polda Babel Amankan Johan, Penampung Timah Ilegal

HMSTimes.com, Babel- senin 29/01/2018, Payung Subdit 4 Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Babel dipimpinan AKBP I Wayan riko SIk tebang pilih dalam urusan menangkap kolektor (penampung) timah, Hanya saja nasib apes menimpa Johan (31), warga Jalan Syafrie Rahman Desa Payung Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan,  kejadian Minggu (28/1/2018)

Johan telah diamankan anggota Krimsus Polda Kepulauan Babel karena disangka telah melakukan kegiatan membeli, menampung, mengolah dan menjual pasir timah tanpa dilengkapi izin dan disangka melanggar pasal 161 UURI Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba.

Demikian disampaikan oleh Ditreskrimsus Polda Kepulauan Babel Kombes Pol Mukti Juharsa SIk melalui Kasubdit Tipiter AKBP I Wayan, Senin (29/1/2018).

Kasubdit Tipiter juga mengatakan, bahwa modus operandi pelaku yaitu membeli pasir timah yang diambil dari luar IUP, lalu menampung, mengolah dan menjual pasir timah tanpa izin.

“Dari tangan tersangka, telah disita barang bukti yang berupa pasir timah kering sebanyak 57 karung dengan berat total kurang lebih 2.566 kg, 1 buah timbangan balance, 1 buah timbangan warna hijau kapasitas 2 kg, 1 buah timbangan warna hijau kapasitas 100 kg, 1 buah kaleng balance, 1 buah besi pengambil sampel pasir timah, 2 buah besi pengaduk pasir timah, 2 buah mangkok plastik warna abu-abu dan 1 buah piring stenlis,” ujar Kasubdit Tipiter. Selanjutnya tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polda Kep. Babel guna proses penyidikan lebih lanjut.

Diketahui Kementrian ESDM dan juga Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Babel tidak pernah mengeluarkan izin untuk kolektor. Apalagi diklaim ada surat menyurat antara kolektor dan smelter.

“Dalam pertambangan itu tidak ada yang namanya izin buat penampung (kolektor) pasir timah. Yang ada cuma izin nambang, izin ngangkut dan izin jual. Jika ada izin dari PT Timah memang itu resmi tapi bukan untuk kolektor.

Apalagi katanya kolektor punya surat menyurat dari smelter, apa dasarnya. Itu hanya administrasi saja antara mereka untuk jual beli pasir timah ilegal,” jelas Suranto, Kadistamben Babel beberapa waktu lalu.

Krimsus polda Babel dalam penangkapan Johan, tidaklah monopoli dalam mengungkap kasus para kolektor/penambang  diluar sana masih banyak penambang ilegal bahkan diduga dibekingi aparat.toh juga para penambang jualnya kekolektor, terus dari kolektor larinya kemana??? Larinya juga ke semelter (tempat peleburan timah) bagaimana  semelter yang menerima timah illegal ?.

Jm

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: