HMSTimes - What Happened Today? Komisi I DPRD Natuna,Sidak Limbah B3 RSUD Natuna | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Komisi I DPRD Natuna,Sidak Limbah B3 RSUD Natuna

Komisi I DPRD Natuna,Sidak Limbah B3 RSUD Natuna

HMSTimes.com,Natuna-Pengolalahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau disingkat Limbah B3 di RSUD Natuna,berakibat meresahkan masyarakat sehingga sangat menjadi perhatian kalangan Legislatif DPRD Natuna

Wan Sofyan ketua komisi l DPRD Natuna melakukan sidak bersama anggota komisi I lainnya ke lokasi tempat pengelolaan Limbah B3,tepatnya di belakang  RSUD Natuna, Kamis,(3/8/2017)

Wan Sofyan mengatakan,terkait hal ini melalui Komisi I DPRD Natuna akan memperhatikan serius dan seksama tentang RSUD Natuna, baik proses pelayanan medis, pengadaan obat dan juga pengelolaan Limbah B3 RSUD Natuna.

“Selama ini banyak keluhan tentang RSUD Natuna, saya selaku Tupoksi pengawasan akan menanggapi hal yang sedetil- detilnya, agar kedepan lebih baik” ucap Wan Sofyan (3/8)

hasil dari Sidak yang telah di laksanakan oleh komisi l,dijelaskan Wan Sofyan, RSUD Natuna belum memiliki perizinan yang lengkap, sehubungan dengan hal ini, pihak RSUD segera mengurus Perizinan IMB dan AMDAL dalam pengelolaan Limbah B3 di Lingkungan RSUD Natuna.

“Segera urus perizinannya, dan kasih keterangan kepada kami (DPRD) tentang progres kepengurusan”Jelasnya

Untuk hasil pengolaan Air Limbah B3,Wan sofyan mendapat keterangan dari RSUD Natuna, bahwa hasil pengolahan baik. Namun akan hal ini,Wan sofyan akan meminta dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna  untuk memeriksa hasil pengelolaan  Limbah RSUD Natuna.

“Kita akan Minta DLH ambil sampel langsung, kemudian bagaimana nanti hasilnya?”. Pungkasnya wan sofyan

RSUD Natuna,hasil uji laboratorium oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia berlokasi di Batam dengan nomor surat sertifikasi hasil uji,lampiran surat lampiran TL 02.02/5/8/089 2/2017. Dengan titik pengambilan contoh uji  Outlet Ipal pada 14 Maret s/d  27 Maret 2017 tertulis pada bagian bawah surat.

“Contoh uji yang diantar, penyimpangan hasil karena kesalahan dalam pengambilan contoh Uji bukan tanggung jawab Laboratorium” tertulis di sertifikat hasil Uji.

Hal ini menjadi sebuah pertanyaan yaitu sampel mana yang di berikan pihak RSUD, karena pihaknya sendiri yang mengelola, sementara pada waktu Insan Media Pers Natuna meliput, tidak ada terlihat ikan/binatang air pada bak kolam bagian akhir (hasil akhir Pengolahan Limbah B3-red). Diduga hasil pengolahan limbah masih mengandung unsur zat kimia atau belum steril.

Sementara, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna melalui Kabid Lingkungan Hidup,Tresnan menjelaskan tentang pengolahan limbah, sampai saat ini tidak ada perizinan untuk Rumah Sakit Umum Daerah Natuna.

“Rumah sakit Belum ada izin lingkungan dan dokumen yg harus dibuat adalah DPLH atau Dokumen Pengelolaan lingkungan hidup” tutur Tresnan.

Tresnan  juga menegaskan, pihak DLH telah  menyurati pihak RSUD mengurus perizinannya.

“Kita sudah surati dan lagi dalam proses, saya dapat berita dari RSUD” ucapnya.

Ditambahkannya, pihak RSUD pernah memasukan tentang dokumen lingkunganya, akan tetapi tidak sesuai dengan aturan yang ada. maka tidak dilanjutkan pemeriksaan dan tidak ada izin lingkungannya.

Lubis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: