HMSTimes - What Happened Today? Ketua DPC SBSI Kota Batam Jhonner Sirait, Laporkan Tindakan Union Busting Oleh PT.Starmara Pratama dan PT. Panbaruna | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Ketua DPC SBSI Kota Batam Jhonner Sirait, Laporkan Tindakan Union Busting Oleh PT.Starmara Pratama dan PT. Panbaruna

Ketua DPC SBSI Kota Batam Jhonner Sirait, Laporkan Tindakan Union Busting Oleh PT.Starmara Pratama dan PT. Panbaruna

Ketua DPC SBSI Kota Batam Jhonner Sirait (baju merah) & Sek. DPC SBSI Kota Batam Rio Fernando Napitupulu.

HMSTimes.com, Batam- Perselisihan Buruh yang dialami oleh PT.Starmara Pratama dan PT. Panbaruna yang merupakan perusahaan distributor produk Indofood dengan puluhan mantan karyawannya berakhir dipengadilan Negeri Batam.

Hal ini dikarenakan kedua perusahaan tersebut tidak membayarkan kelebihan jam kerja atau lembur karyawan selama beberapa tahun. perusahaan berdalih telah melakukan kewajiban mereka kepada karyawan sesuai dengan aturan, namun didalam persidangan yang dilaksanakan pada hari jumat, (20/7/18) PT.Starmara Pratama dan PT. Panbaruna dinyatakan bersalah oleh hakim yang dipimpin oleh Radite Ika Septina SH.

Menanggapi hal ini Ketua DPC SBSI Kota Batam Jhonner Sirait, yang merupakan pihak pendamping Karyawan yang bernaung diserikat SBSI mengatakan bahwa, ” sangat menyayangkan Putusan hakim, sangat kami sayangkan, karena putusan Hakim itu berdampak merugikan SBSI atau Buruh yang sudah diperbudak PT. Panbaruna dan PT. Startmara Pratama dan juga putusan hakim itu kami anggap putusan banci, hakimnya tidak jeli memeriksa materi perkara dan amaran putuasannya pun tidak berdasar, seharusnya hakim itu, harus jeli meneliti dan menjabarkan apa penyebab dan musebab perkara yang sedang disidangkan”. ungkapnya

Jhonner Sirait menyampaikan alasannya bahwa putusan hakim itu adalah putusan  “banci” karena,  ya kalau putusan hakim itu, jelas putusan berkekuatan hukum dan Kacab (Luni Sim -red) PT. Panbaruna dan PT. Startmara Pratama diputus bersalah dan didenda sebesar Rp. 498 ribu masing – masing perusahaan, yang sangat menyakitkan uangnya masuk ke kas negara, kami yang diperbudak kok uangnya kenegara, putusan apa ini, apa tidak putusan Banci itu ?. tanyanya

Lanjut Jhonner,  Kami yang buat laporan ke Pengawasan ketenagakerjaan Disnaker provinsi Kepri malah kami tidak dilibatkan?, yang ironisnya kasusnya jadi Tindak Pidana Ringan (Tipiring), padahal kerugian yang kami alami ratusan juta rupiah, yang jelas kami tidak terima putusan itu, kami tidak tinggal diam, hak kami akan kami perjuangkan sampai titik darah terakhir. ucapnya dengan nada kesal.

Putusan hakim putusan tidak berdasar, SBSI sangat dirugikan, yang kami tuntut kepada Pihak PT. Panbaruna dan PT. Startmara Pratama kelebihan Jam kerja, atau Jam lembur yang tidak dibayar pihak perusahaan, itu pokok permasalahannya, perusahan di vonis hakim bersalah namun yang kami tuntut Jam lembur yang tidak dibayar tidak disertakan dalam Putusan Hakim, jadi apa materi atau perkara yang disidangkan hakim itu ?

Perkara ini jadi unik, apa pun itu putusan pengadilan melalui hakim yang menyidangkan itu kami akui sah secara hukum dan tetap kami hargai, cuma putusan hakim itu tetap kami anggap putusan tidak berdasar atau Putusan “Banci”. Terang Jhonner kepada HMSTimes.com di kantor Disnaker provinsi Kepri di Sekupang.

Ketika ditanya tujuan  mereka ke Disnaker provinsi Kepri, Jhonner Sirait menjawab, ingin meminta klarifikasi dari Aldy Amiral Pengawas ketenagakerjaan Disnaker Provinsi Kepri, terkait putusan hakim.

” Jadi kedatangan kami ke Disnaker Kepri ini, ingin klarifikasi mengenai putusan hakim, dan seperti apa perkara yang kami laporkan bisa jadi perkara Tindak Pidana Ringan (Tipiring) sama bapak Aldy Amiral Pengawas ketenagakerjaan Disnaker Provinsi Kepri, namun bapak Aldy nya tidak ada di tempat, dianya dikatakan staf Disnaker Kepri ini lagi di Jakarta mengikuti Pendidikan.”

Selain ingin meminta klarifikasi, Jhonner Sirait dkk juga ingin melaporkan tidakan union busting atau pemberangusan serikat yang dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut, katanya.

” Dan kehadiran kami pun disini untuk mendaftarkan laporan Union Basting terhadap PT. Panbaruna dan PT. Startmara Pratama yang sudah mem – PHK anggota Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), hampir semua pengurus PK SBSI yang bekerja di perusahaan Panbaruna dan Startmara Pratama sudah di PHK, jelas perusahaan ini sudah melanggar aturan yang berlaku di negara Indonesia yang kita cintai ini. tutup Jhonner.

(A.Z)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: