HMSTimes - What Happened Today? "Kenapa Bawa-Bawa Wartawan" Bustami Diduga Intimidasi Nara Sumber Dan Kangkangi Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999 | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > “Kenapa Bawa-Bawa Wartawan” Bustami Diduga Intimidasi Nara Sumber Dan Kangkangi Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999

“Kenapa Bawa-Bawa Wartawan” Bustami Diduga Intimidasi Nara Sumber Dan Kangkangi Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999

HMSTimes.com,Natuna-Sehubungan Pemberitaan Terkait Sulaiman dan Nurija warga desa Selemam,8 bulan pengurusan perubahan kartu keluarga (KK) mereka yang tak kunjung siap,di kantor desa Selemam,berkas 8 bulan yang lalu diserahkan dan diterima oleh kasi Pelayanan Desa selemam yaitu Harmida.

Penelusuran kebenaran atau fakta terkait penjelasan nara sumber dilapangan adalah menjadi dasar tugasnya wartawan,untuk memberikan informasi kontrol soaial dalam bentuk pemberitaan berimbang,fakta,bukan hoax. Sehingga segala bentuk proses dan teknisnya tentu melalui berbagai proses tanpa mengenyampingkan kode etik Jurnalistik.

Wartawan kapasitasnya bukan memvonis, sesuai tugas dan fungsi dan kode etik wartawan, bahwasanya setiap pemberitaan yang di sajikan ke publik harus ada data, nara sumber, serta tidak bisa berasumsi sendiri, dalam artian setiap informasi yang di dapat harus di konfirmasi untuk perimbangan pemberitaan. Dan wartawan juga memiliki hak ralat dan hak tolak. Bukan berarti sesuka hati untuk menulis tanpa adanya nara sumber dan Data sesuai  fakta di lapangan.

Terkait penjelasan istri Sulaiman yaitu Nurija, kepada awak media ini, atas kalimatnya Kades Bustami “Kenapa bawa-bawa wartawan” saat terjadinya komunikasi berlangsung antara 3 orang yaitu Bustami,Harmida dan Sulaiman,Di teras rumah mereka, sungguh menjadi perhatian atas sikap yang sangat tidak baik. sungguh miris seorang pejabat publik yang nota bene berpendidikan, publik figur dan seorang pimpinan di sebuah desa, melontarkan kata-kata yang tidak sepantasnya di lontarkan.

Awak media hanya menjalankan tugasnya, selaras dengan aturan dan ketentuan yaitu kontrol sosial masyarakat tanpa terkecuali dan memberikan informasi dengan sebuah pemberitaan berimbang dan fakta yang harus di pertanggung jawabkan.

Atas kalimat  Bustami,”Kenapa bawa bawa Wartawan” diduga adanya intimidasi terhadap nara sumber yaitu Sulaiman,yang tidak lain adalah warganya sendiri,yang menuntut haknya atas perubahan kartu keluarganya untuk menerbitkan akte kelahiran anaknya.

Atas pelayanan yang  buruk yang diterimanya selama 8 bulan perubahan KK tidak kunjung siap, Bustomi diduga tidak senang atau tidak terima (Tidak Suka), kebobrokan pelayanan dari kantor desa Selemam terhadap Sulaiman dan Nurhija terbongkar, terkait fungsi awak media ini yang melaksanakan tugasnya pada saat itu, yaitu mendengar,Merekam (RECORDING),menganalisa penjelasan Sulaiman dan Nurija, guna pembuktian (EVIDIENCE),bahwa awak media ini telah melaksanakan wawancara dengan nara sumber untuk sebuah berita, relevansinya bahan untuk melakukan konfirmasi kepada orang, kepada instansi yang berhubungan langsung dengan hasil wawancara atau yang berkompentensi dalam bidangya untuk sebuah bahan berita yang di dapat dari nara sumber,sebelum di siarkan,diterbitkan atau dicetak,dikarenakan tugas profesi wartawan adalah penyampaian sebuah pemberitaan yang berimbang dan faktual kepada publik,mengacu kepada undang undang PERS (NO.40 Tahun 1999 Pasal 18).

Nurija mengatakan atas pelayanan yang buruk dari kantor Desa selemam yang di terimanya, terkesan diduga mempersulit, terkait permohonan perubahan kartu keluarga (KK) mereka untuk menerbitkan akte kelahiran anak bungsunya,menjadi perhatian yang sangat serius,sesuai jabatan dan fungsi,seharusnya menjalankan tugas untuk menganyomi masyarakat dan melayani kebutuhan masyarakatnya sebaik-baiknya.

Dan tidak tertutup kemungkinan pelayanan serupa juga di alami oleh warga yang lain. Bercermin dari kejadian tersebut, diharapkan kepada pimpinan tertinggi Kabupaten Natuna agar memperhatikan, mengevaluasi bawahannya yang tidak bisa memberikan kontribusi pelayanan yang prima bagi masyarakat, yang bertentangan dengan  prinsip kerja yang di gelorakan oleh presiden Jokowi ” Kerja Bersama “.

Lubis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: