HMSTimes - What Happened Today? Kenaikan TDL Menenggelamkan Masyarakat Batam | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Kenaikan TDL Menenggelamkan Masyarakat Batam

Kenaikan TDL Menenggelamkan Masyarakat Batam

 

HMSTimes.com,Batam- Masyarakat Batam yang merasakan akibat kenaikan tarif listrik (TDL) sebesar 45,4 % seperti dicekik dengan berlombambanya harga-harga naik dipasar. melihat keadaan ekonomi saat ini sangat-sangat memprihatikan, perusahaan banyak tutup, pengangguran dimana-mana, ditambah lagi dengan kenaikan ini menambah daya beli masyarakat semakin berkurang.

Ponsi warga Bukit Senyum sangat kesal dengan kenaikan TDL,ini dimana kenaikan ini tidak sebanding dengan kenaikan upah kota Batam yang naik hanya 8.25 %, belum lagi PLN memadamkan listrik seenak mereka tannpa ada pemberitahuan sebelumnya, yah akibatnya banyak alat elektronik warga yang rusak.

Ibu Yan nama panggilan akrab sehari-harinya seorang penjual makanan dibilangan Jodoh kepada HMSTimes.com mengatakan saat ini saya harus pintar-pintar untuk mengatur porsi makanan yang saya jual karena kenapa, harga sudak mulai naik, sementara saya mau naikkan harga masih  pikir-pikir, harga gak naik aja omset saya sudah turun karna kurang pembeli apa lagi dinaikkan harganya. saya berharap supaya Gubernur bisa merealisasikan janjinya untuk mengevaluasi keputusannya menaikkan TDL ini, jangan hanya janji-janji, kami butuh realita, sebab kami yang kena imbasnya sebagai masyarakat bawah.

Terkait demo kemarin tanggal 17/4/2017 Wali Kota Batam M.Rudi mengatakan dirinya dibuat berang oleh dengan PLN  karena kenaikan yang kurang rasional  ini tidak melibatkan Pemko Batam yang merupakan pengayom masyarakat Batam. semua fasilitas  PLN berdiri diatas lahan pemerintah, jadi saya dianggap apa di Batam ini , lanjut Rudi.

Dari gonjang-ganjing kenaikan TDL ini banyak pertanyaan yang timbul dari masyarakat salah satunya adalah Sekretaris umum IKABSU Fisman Gea, yang juga merupakan ketua Lembaga cegah kejahatan Indonesia (LCKI) Kepri mengatakan,” saya kurang tahu apakah PLN ini punya hak untuk menyewakan tiang-tiang listrik itu ke perusahaan swasta seperti TV kabel, sebab sudah hampir seluruh kota Batam kabel -kabe swasta bergantungan ditiang PLN yang kelihatan seperti jemuran, kemudian merusak keeksotisan kota” kalau memang tidak ada upetinya kenapa tidak di razia ? listrik  inikan milik  umum kenapa bisa seenaknya swasta menggantung kabelnya kalau gak ada apanya ?

Jefri Pasaribu.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: