HMSTimes - What Happened Today? Kecelakaan Kerja Berujung Maut, ini Kronologinya | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Kecelakaan Kerja Berujung Maut, ini Kronologinya

Kecelakaan Kerja Berujung Maut, ini Kronologinya

HMSTimes.com, Palembang- Kabar duka kali ini datang dari pelaut, ABK Tug Boat Marine 12 yang sedang bersandar di Palembang mengalami kecelakaan kerja. Insiden tersebut dikabarkan 3 korban ABK Tug Boat Marine 12  yang dinakhodai oleh Febi Pratama berasal dari Medan Sumatera Utara tidak dapat diselamatkan

Insiden tersebut berawal ketika para korban diminta bekerja ke dalam tangki nauntika 14 dan masuk dari manhole, Saat itu Tug Boat dan Tongkang sedang sandar di daerah Pulau Kerto Gandus Palembang pada hari Selasa tanggal 9 Januari 2017 sekira jam 15.30 wib.

ada pun ke 3 korban TB Alpine Marine 12 adalah :

  1. Muhamad Faidon umur 38 tahun dengan jabatan Chief Officer berasal dari Pati, Jawa Tengah
  2. Muhammad Muzaki umur 27 tahun, Jabatan Masinis 3, berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah
  3. Susilo umur 21 tahun, Jabatan AB/ juru mudi, asal dari Demak, Jawa Tengah

Ketua PPI (Pergerakan Pelaut Indonesia ), Andriyani Sanusi menceritakan kronologi insiden yang menimpa ke 3 korban sebagai berikut,

Pertama,   pada hari Senin tanggal 9 Januari 2018 sekira jam 10.00 WIB korban Chief Officer M.Faidon dan rekan-rekan mulai membuka tutup manhole tongkang dikarenakan tangki tongkang berisi air dan diduga bocor.

Kedua, Pada pukul 15.30  Chief Officer M. Faidon mulai masuk lewat manhole dengan maksud untuk menguras air didalam tongkang, kemudian di susul oleh M.Muzaki. Dikarenakan di dalam tangki tersebut diperkirakan ada gas beracun maka kedua korban kehabisan nafas dan keracunan. Melihat hal tersebut Jurumudi Susilo ikut turun untuk menolong 2 rekan nya  dan ternyata Susilo juga ikut keracunan dan meninggal dunia di tempat.

Kemudian ketiga ABK Tug Boat Marine 12 di evakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan outopsi.

Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi,pada akhir Tahun 2017 ini juga pernah terjadi, dimana ABK Kapal bekerja didalam tangki yang belum dilakukan Gas Free dan akhirnya meninggal dunia.

Dari beberapa kasus kejadian serupa, memberikan sinyal bahwa pengetahuan ABK Kapal mengenai bahaya memasuki Enclose Space belum tersosialisasi dengan baik, dan kejadian itu akhirnya terulang lagi dan kembali menimpa awak kapal Tug Boat.

Di harapkan berkaca dari beberapa kecelakaan yang berakibat fatal, seyogianya pengetahuan dan Good Semanship diatas kapal Tug Boat dan LCT yang dipimpin oleh Nakhoda umumnya sekelas ANT 4 harus mendapat perhatian khusus.(*)

JP

Sumber : e maritim.com

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: