HMSTimes - What Happened Today? Kebiri Hak Karyawan, PT. Smoe Indonesia Merasa Sudah Kebal Hukum | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Kebiri Hak Karyawan, PT. Smoe Indonesia Merasa Sudah Kebal Hukum

Kebiri Hak Karyawan, PT. Smoe Indonesia Merasa Sudah Kebal Hukum

 

HMSTimes.com,Batam- Perselisihan buruh antara Herianto dengan PT. Smoe Indonesia yang belum mendapat hak normatifnya setelah dia dinyatakan habis kontrak versi perusahaan. Dari kronologis yang sampaikan oleh Herianto melalui kuasa hukumnya Santo Batara Lubis, SH dan Rio Fernando Napitupulu, SH, bahwasanya  klien mereka adalah mantan karyawan PT.Smoe Indonesia yang posisinya di bagian keamanan (security). semenjak bergabung dengan perusahaan tersebut, sejak tahun 2006 hingga 2013 tidak pernah di istrahatkan sesuai amanah UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pasal 59 ayat 6 ((6) Pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama,pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu ini hanya boleh dilakukan 1 (satu) kali dan paling lama 2 (dua) tahun ) itupun jika klien kami ini termasuk golongan pekerja yang bisa di kontrak sesuai pasal 69 ayat 1,  sementara jika dilihat dari sifat pekerjaaan klien kami tergolong pekerjaan tetap sesuai pasal 59 ((2) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap). tutur Santo.

Santo menyampaikan bahwasanya sebelumnya sudah pernah ada bertemuan dengan pihak management perusahaan yang diwakili oleh Firdaus dengan maksud untuk membahas mencari solusi dengan cara bipartit, namun dalam pertemuan tersebut Firdaus berjanji akan menyampaikan permasalahan itu ke pihak perusahaan. Hingga saat ini sudah tiga minggu berlalu, Firdaus tidak menempati janjinya, bahkan sudah disurati juga, namun respon dari PT. Smoe Indonesia tidak ada, apakah masa masa bodoh, ataukah mereka merasa sudah kebal hukum…? karena hal ini sudah berulang kali terjadi, seharusnya PT. Smoe Indonesia selaku perusahaan asing yang sama-sama cari makan disini, seyogianya tunduk dan taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Rio menyambung omongan Santo Lubis, mengatakan bahwasanya watak management perusahaan seperti itu tidak perlu di pupuk di Batam ini, apapun demi klien kami, kami akan berusaha, termasuk akan hearing ke DPRD, jika mereka tetap ngotot dengan ego mereka, karena bukan hanya klien kami yang mengalami hal ini artinya sudah berulang-ulang mereka lakukan.

A.Zagoto

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: