HMSTimes - What Happened Today? Kabid SDA Kota Batam Dohar Hasibuan Berbohong Terkait Plang Informasi Proyek di Kavling Kamboja | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Kabid SDA Kota Batam Dohar Hasibuan Berbohong Terkait Plang Informasi Proyek di Kavling Kamboja

Kabid SDA Kota Batam Dohar Hasibuan Berbohong Terkait Plang Informasi Proyek di Kavling Kamboja

Proyek drainase di kavling Kamboja, Sagulung

HMSTimes.com, Batam- Proyek pemasangan drainase box curvert yang berlokasi di wilayah Kav.Kamboja dan berbatasan dengan Kav.Bukit Melati, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, kota Batam belum juga dipasang papan plang proyek, seperti yang diberitakan HMSTimes.com sebelumnya, bahwa proyek pemasangan drainase yang dikerjakan oleh PT.Simanindo tidak memiliki papan informasi atau papan plang proyek, hal ini dibantah mentah-mentah oleh Kabid Dohar Hasibuan.

Dalam bantahannya, rabu (21/11/2018) Kabid SDA kota Batam, Dohar Hasibuan, yang dihubungi awak media lewat sambungan telepon mengatakan bahwa papan informasi ada terpasang dilapangan sekitar proyek, “Papan proyek ada, sudah ada di pasang”, ujar Kabid Dohar Hasibuan”, meyakinkan.

Mendapat informasi dari Kabid Dohar Hasibuan, bahwa dilokasi Proyek telah dipasang papan plang proyek (papan informasi), maka kamis (22/11/2018) awak Media HMSTimes.com, kembali ke lokasi proyek untuk memastikan apa yang disebutkan oleh Kabid, Dohar Hasibuan, bahwa papan plang proyek telah dipasang. Awak media sudah puas mencari, namun papan plang proyek tetap tidak ada ditemukan oleh awak media dilokasi proyek.

Beberapa warga yang ada disekitar lokasi proyek juga sempat ditanyai oleh awak media, apakah ada warga yang melihat keberadaan papan proyek yang di sebutkan disekitar lokasi, namun tak satupun warga yang mengaku melihatnya. Salah satunya Ramli pemilik rumah makan yang tak jauh dari lokasi, juga mengaku tidak melihat adanya papan informasi proyek.

Pada kesempatan itu Ramli juga menyampaikan harapannya agar proyek pembuatan drainase tersebut cepat selesai dikerjakan, karena menurutnya selama proyek tersebut dikerjakan terpaksa warung nasi miliknya harus tutup, yang mana menurut Ramli bahwa pembeli di warung nasi miliknya hanya warga yang melintasi jalan tersebut.

“Saya tidak melihat adanya papan informasi disekitar sini, saya juga ingin mengetahui kapan proyek ini selesai dikerjakan, karena dengan dialihkannya jalan ini maka warung nasi kami terpaksa harus tutup, yang mana pembeli di warung nasi kami hanya warga yang melintasi jalan ini”,ujar Ramli.

(Ls)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: