HMSTimes - What Happened Today? Kabid Disporapar Kota Pontianak Buang Badan : "Kami Disini Sifatnya Hanya Memberikan Pembinaan, Bukan Pengambil Keputusan." | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Kabid Disporapar Kota Pontianak Buang Badan : “Kami Disini Sifatnya Hanya Memberikan Pembinaan, Bukan Pengambil Keputusan.”

Kabid Disporapar Kota Pontianak Buang Badan : “Kami Disini Sifatnya Hanya Memberikan Pembinaan, Bukan Pengambil Keputusan.”

Kabid Pariwisata Kota Pontianak, Drs. Zulkifli, SE.,M.Bus (Pakai kacamata)

HMSTimes.com, Pontianak- Hendy Susanto, SH., salah satu Pemerhati dan Penggiat Hukum, yang juga merupakan Pengurus Posbakum (Pos bantuan hukum) wilayah Pontianak  yang dikonfirmasi wartawan HMSTimes.com terkait dugaan maraknya pelanggaran aturan oleh pengusaha tempat hiburan malam/karaoke yaitu bebasnya penjualan minuman berakohol (mikol) dan usaha esek-esek berkedok massage tradisional  tanpa ada pengawasan dinas terkait, Hendy menyampaikan bahwa hal itu memang pernah dia menemukan dilapangan.

“Saya salah satu Pengurus Posbakum yang memiliki wewenang untuk melakukan “investigasi lapangan” secara tupoksi saya, pernah (beberapa kali) menemukan peredaran minuman keras (Miras/Minol-red), notabene diatas katagori “aman” (diatas 5%) untuk di edarkan dijual bebas di beberapa tempat hiburan malam (karaoke, dsb.), seperti: chivas, dll.”, tutur Hendy kepada HMSTimes.com.

“Bahkan sempat sekali saya menanyakan kepada salah satu owner (pemilik) karaoke yang saya kunjungi mengenai kenapa bisa peredaran minol yang katagori diatas “aman/layak”  untuk beredar, berdasarkan peraturan dan perundang yang berlaku, owner hanya mengatakan “ya…ga apa apa boss…yang penting pelanggan ga ada yang komplen dan kita hanya menyediakannya karena adanya permintaan pelanggan.”, lanjut Hendy.

Menindak lanjuti hal tersebut, HMSTimes.com, konfirmasi ke Kepala Disporapar Kota Pontianak, Ir.Sy.Saleh, namun Kadisporapar mengarahkan ke kepada Kabid Pariwisata untuk konfirmasi dengan dalih terburu-buru mau kelapangan. selasa, (7/8/2018)

Kepala bidang (Kabid) Pariwisata Kota Pontianak, Drs. Zulkifli, SE.,M.Bus, menanggapi seputar “dugaan” peredaran mikol secara bebas diatas kategori aman untuk di edarkan di tempat hiburan (karaoke, dsb.), serta usaha esek-esek berkedok massage tradisional/spa di kota Pontianak.

“Kami belum mendapatkan informasi apa apa seputar dugaan peredaran bebas mikol atau miras diatas katagori aman untuk di edarkan, khususnya ditempat hiburan seperti karaoke sampai sejauh ini. Namun, apabila ada temuan temuan seperti itu, silahkan layangkan surat pengaduan kepada kami.”, ucapnya.

Ketika disinggung terkait ijin operasional dan ijin penjualan mikol di tempat-tempat karaoke serta pengadaan tenaga pijat di massage trasdisional/spa, Zulkifli mengelak dengan mengatakan bahwa ” bid.pariwisata hanya memberikan ijin fisik, seperti gedung usaha, pelayanan yang diberikan kepada pengunjung, dan yang sifatnya pembinaan-pembinaan saja “Mengenai kenapa bisa beredar mikol tersebut ditempat-tempat karaoke dan sebagainya, silahkan konfirmasi ke dinas lain yang memiliki wewenang untuk hal pengeluaran ijin saja ya, seperti Disperindag dan BP2T/PTSP, karena kami disini sifatnya hanya memberikan pembinaan, bukan pengambil keputusan.”, tandas Zul.

Ketika disinggung kenapa sepertinya Pemerintah (Kota-red) seolah-olah tutup mata tentang hal yang dimaksud dan tidak mengadakan langkah-langkah tegas, seperti melakukan investigasi dilapangan, atau sidak terhadap Pengusaha Pengusaha “nakal” yang melakukan pelanggaran pelanggaran yang dimaksud, kembali Zul berkilah bahwa dinasnya (Pariwisata) tidak memiliki otoritas atau wewenang melakukan sidak atau investigasi dilapangan, kecuali ada disposisi langsung dari kepala dinas kepada bid.par. “Sekali lagi perlu saya sampaikan bahwa bidang pariwisata bukan dinas atau bidang yang berwewenang termasuk melakukan sidak atau investigasi lapangan.

Zul menyampaikan bahwa, “Satpol-PP lah yang memiliki wewenang itu. Kalau ada Surat Pengaduan yang dilayangkan kepada kami, maka kami hanya memberikan rekomendasi kepada dinas terkait. Itu saja.”, kilahnya. “Kami juga kalaupun bergerak kelapangan, tunggu Surat Tugas dulu dari Kadis mas, nggak bisa kami bergerak secara sendiri-sendiri, sekalipun itu contohnya memang tugas kami. Kami menghindari “sorotan” mata publik dan anggapan Pengusaha andaikan kami kelapangan tanpa membawa surat tugas lengkap. Ntar kami dianggap pungli lagi.”, ucap Zul sambil tersenyum.

“Silahkan dilanjutkan dulu investigasinya ke Disperindag dan BP2T/PTSP terkait ijin-ijin yang dimaksud, dan secepatnya layangkan Surat Pengaduan ke Dinas Pariwisata apabila memang ditemukannya peredaran mikol dan pengadaan tenaga pijat “plus plus” secara bebas di tempat tempat yang dimaksud. Kami akan teruskan kepada Kepala Dinas, dan menunggu disposisi dari beliau.”, tutup Zul sambil memberikan isyarat bahwa dia masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.

(Asido Jamot)

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: