HMSTimes - What Happened Today? Jalan Seperti Aliran Sungai, Pemda Nias Selatan Terkesan Cuek. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Jalan Seperti Aliran Sungai, Pemda Nias Selatan Terkesan Cuek.

Jalan Seperti Aliran Sungai, Pemda Nias Selatan Terkesan Cuek.

HMSTimes.com, Batam- Akses Jalan raya merupakan salah infrastruktur vital yang memiliki banyak fungsi dan peranan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan akses jalan raya interaksi suatu daerah dengan daerah yang lain cepat terealisasi, media mempercepat perekonomian masyarakat serta bebas dari isolasi lingkungan, dan lain sebagainya.

Akses jalan raya  bisa dikatakan merupakan tolak ukur dan  potret peningkatan ekonomi masyarakat suatu daerah.

Saat ini presiden Jokowi lagi gencar-gencarnya membangun infrastruktur supaya ada pemerataan pembangunan, serta adanya peningkatan ekonomi masayarakat, apalagi di daerah pelosok-pelosok negeri.

Di Nias selatan, semangat yang digelorakan oleh Presiden Jokowi, sepertinya tidak nyambung dengan Pemerintah daerah setempat, dimana banyak jalan-jalan di Kabupaten di ujung barat Indonesia tersebut yang terkesan di biarkan oleh Pemda Nias selatan, contohnya jalan di kecamatan Gomo yang menghubungkan 9 kecamatan, antara lain, kecamatan Lahusa, Sidua Ori, Ulu Idano Tae, Gomo, Susua, Mazo, Ulususua, Boronadu dan Umbunasi, terlihat sangat memprihatikan, Kata tokoh masyarakat Gomo,YT kepada HMSTimes.com.

Anggota DPRD Nias Selatan Ikhtiar Telaumbanua, ketika HMSTimes.com mengkonfirmasikan terkait hal ini, Via telepon selulernya, mengatakan bahwasanya pembangunan jalan Kecamatan Gomo – Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, mulai dari tahun 2015 hingga saat ini tidak pernah selesai.

Mantan ketua komisi C. DPRD (membidangi pembangunan) Kab. Nias Selatan tersebut menyampaikan kronologi penganggaran dana akses jalan tersebut mulai dari tahun 2015 hingga 2017 ini,

Akses jalan Gomo-Lahusa pada tahun anggaran 2015 telah di anggarkan dan di sahkan sebesar Rp 30 Milliar, Namaun dalam pelaksanaannya pihak kontraktor  tidak bisa menyelesaikan sesuai teknis dan mekanisme yang ada  (pihak kontraktor bermain-main), sehingga pihak Dinas Pekerja Umum (PU) memutus kontrak  pelaksana proyek tersebut pertanggal 31 Desember 2015,  dengan  sisa anggaran  Rp 9 miliar . Kemudian tahun 2016 untuk meneruskan Proyek tersebut di anggarkan kembali sebesar Rp 10 miliar, namun dalam pelaksanaannya sama dengan kotraktor sebelumnya yang tidak bisa menyelesaikan  pekerjaan tersebut, sehingga pertanggal 31 Desember 2016, Pihak PU memutus kembali kontrak pelaksana proyek tersebut, dengan sisa anggaran kurang lebih Rp 8 miliar. jelas Ikhtiar Telaumbanua.

Namun pada tahun 2017 ini pembangunan jalan tersebut kembali di anggarkan sebesar Rp 10 miliar, dan itu sudah tenderkan serta telah terikat kontrak dengan kontraktor pelaksana pada bulan Juli tahun 2017 ini, tetapi realisasi di lapangan belum ada, lanjut Ikhtiar.

Ketika HMSTimes.com mengkonfirmasi kepada kepala dinas PU Nias Selatan, bpk Yusuf, terkait hal ini, Via SMS, Yusuf hanya memberikan jawaban ” kita ikuti aturan pak…dan langkah2 itu sudah kita laksanakan”, ketika HMSTimes.com bertanya aturan seperti apa ?, Hingga berita ini di terbitkan, tidak ada jawaban dari Kadis PU Tersebut.

A.Z

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: