HMSTimes - What Happened Today? Hutan Mangrove di Batam Mengalami Kerusakan Parah, Pelaku Pengerusakan Harus di Usut dan Dipidanakan. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Hutan Mangrove di Batam Mengalami Kerusakan Parah, Pelaku Pengerusakan Harus di Usut dan Dipidanakan.

Hutan Mangrove di Batam Mengalami Kerusakan Parah, Pelaku Pengerusakan Harus di Usut dan Dipidanakan.

Rudi Ogan, aktivis lingkungan, yang tergabung dalam LSM BERSERI

HMSTimes.com, Batam- Hutan mangrove memiliki peranan penting dan manfaat yang banyak baik langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir.

Seperti kita ketahui, bahwa hutan Mangrove memiliki banyak manfaat dan peranan,antara lain:

mencegah Intrusi Air Laut, erosi dan abrasi pantai.

selain itu, akar hutan mangrove juga  dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai, serta masih banyak manfaat hutan mangrove lainya.

Dari begitu banyaknya manfaat dari hutan mangrove bagi lingkungan, sudah seharusnya hutan mangrove menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Batam, dan juga Dinas terkait lainnya untuk menjaga kelestariannya. Dan tidak membiarkan kerusakan atau pengerusakan yang dilakukan terus menerus oleh oknum yang mencari keuntungan dari hutan mangrove.

Seperti halnya  dapur arang yang berada di Rt 01 Rw 03,  Kampung Kuala Hulu, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, yang disebut sebut milik seorang pengusaha bernama “Ahui”. Yang menurut informasi bahwa dapur arang milik Ahui ini mampu memproduksi arang hingga puluhan ton permingu.

Hal ini diungkapakan oleh salah seorang warga sekitar berinisial Am, minggu (30/12/2018)

Gudang arang milik Ahui

“Kalau dapur arang yang berada di Rt 01 Rw 03, Kampung Kuala Hulu itu punya bos Ahui bang, disana bos Ahui banyak mempekerjakan warga sekitar, ada yang bekerja sebagai pencari kayu, ada juga yang membakar kayu, sampai yang mengisi kayu ke dalam karung bang”, ujarnya.

Saat awak media mempertanyakan kira-kira berapa banyak arang yang mampu di produksi oleh dapur arang milik Ahui perhari, “Am mengatakan  “saya kurang tahu pasti bang, mungkin bisa sampai puluhan ton perminggunya”, ujar Am.

Terkait pengerusakan hutan mangrove di Kecamatan Galang (Rudi Ogan) salah seorang aktivis lingkungan, yang tergabung dalam LSM BERSERI mengatakan lewat tulisan pesan WhatsAppnya mengatakan, bahwa pembabatan hutan mangrove jelas melanggar ketentuan perundang undangan tentang kehutanan dan harus diusut.

“Pembabatan mangrove dengan berbagai alasan jelas melanggar ketentuan perundangan. Pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, di antaranya diatur larangan penebangan pohon di wilayah 130 kali jarak pasang laut terendah dan pasang laut tertinggi.

Pembabatan mangrove oleh pelaku usaha pembuatan arang seperti yang terjadi diwilayah Barelang, harus diusut dan dipidanakan karna kegiatan tersebut jelas merusak hutan mangrove dan lingkungan.

Larangan pembabatan pohon di pinggir laut atau mangrove itu tertuang dalam pasal 50 Undang-Undang (UU) Kehutanan, dan diatur masalah pidananya pada pasal 78 dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

penegakan hukum atas pembabatan mangrove ditentukan atas status kawasannya. Pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kehutanan, berhak mengusut dan memidanakan apabila kawasan yang dilanggar merupakan wilayah hutan konservasi.

Pemerintah daerah dengan dinas terkait berhak mengusut dan memidanakan pelanggaran pembabatan mangrove jika kawasannya di area hutan produksi atau di luar kawasan hutan konservasi”, tulis Rudi Ogan, lewat pesannya.

(Lukman)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: