HMSTimes - What Happened Today? Greenpeace Internasional, Ungkap Pengrusakan Hutan Di Indonesia, Melibatkan Pegawai Eksekutif Wilmar Internasional | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Greenpeace Internasional, Ungkap Pengrusakan Hutan Di Indonesia, Melibatkan Pegawai Eksekutif Wilmar Internasional

Greenpeace Internasional, Ungkap Pengrusakan Hutan Di Indonesia, Melibatkan Pegawai Eksekutif Wilmar Internasional

HMSTimes.com, Jakarta- Salah pendiri perusahaan minyak terbesar didunia Wilmar International yaitu Martua Sitorus mengundurkan diri setelah diketahui keterlibatannya dalam praktik deforestasi (pengalihan hutan) lewat perusahaan kelapa sawit Gama Plantation oleh Greenpeace (organisasi lingkungan).

Selain Martua Sitorus, Hendri Saksti yang menjabat sebagai Kepala Wilmar untuk Indonesia juga ikut mengundurkan diri.

Masalah yang melibatkan senior Wilmar ini diungkapkan Greenpeace Internasional, dimana perusahaan kelapa sawit Gama Plantation merupakan bisnis minyak sawit yang ternyata dijalankan oleh anggota keluarga elit Wilmar,  dan hal ini diduga telah merusak kawasan hutan seluas dua kali lipat kota Paris sejak 2013, padahal perusahaan Wilmar telah berkomitmen untuk mengakhiri segala aktivitasnya dengan deforestasi.

Kepala Kampanye Hutan Global Indonesia, Kiki Taufik menyatakan bahwa Wilmar berupaya menyalahkan pihak lain atas kegagalannya. Ini bukan hanya tentang perusahaan Gama atau Martua Sitorus. Ini soal bentuk penolakan Wilmar dalam menjaga perusak hutan keluar dari rantai pasokan bisnis minyak sawit mereka.

“Jika Wilmar serius melakukan reformasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuktikan pasokan minyak sawit bersih dari kegiatan deforestasi dengan membuat para pemasok minyak sawit menerbitkan semua peta konsesi mereka,” katanya. di kutip dari infosawit.

Greenpeace juga menyerukan kepada para perusahaan produk merek dan dagang untuk menangguhkan bisnis dengan Wilmar hingga pelanggaran ini diselesaikan sesuai dengan kebijakan ‘tanpa deforestasi, tanpa gambut, tanpa eksploitasi’ (NDPE), dimulai dengan mempublikasikan peta konsesi untuk semua kelompok produsen dalam rantai pasokan kelapa sawit Wilmar.

Sebelumnya, dalam  hasil investigasi Greenpeace Internasional, yang diinformasikan pada tanggal 26 Juni lalu, mengungkap keterlibatan Wilmar International, perusahaan minyak sawit terbesar dunia yang masih terlibat praktik perusakan hutan di Indonesia meski telah berkomitmen mengakhiri deforestasi sekitar lima tahun lalu.(*)

Sumber infosawit.

.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: