HMSTimes - What Happened Today? Giat Basembang Bacarita,Kapolres Natuna : Relevansi Kontrol Masyrakat Terhadap Kinerja Kepolisia | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Giat Basembang Bacarita,Kapolres Natuna : Relevansi Kontrol Masyrakat Terhadap Kinerja Kepolisia

Giat Basembang Bacarita,Kapolres Natuna : Relevansi Kontrol Masyrakat Terhadap Kinerja Kepolisia

HMSTimes.com,Natuna – Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, tertangkap basah sedang berada disebuah warung kopi, di kampung tua Penagi, Rabu (10/10/2018). Ia tampak didampingi sejumlah perwira Mapolres Natuna. Tampak hadir Kapolsek Bunguran Timur Kompol M.Sibarani, Kasat Intel, Kasat Sabhara, Kasat Polairud, Kasat Binmas, dan sejumlah personil Satuan Lalu Lintas Polres Natuna.

Kapolres perbatasan ini, tampak mengenakan seragam lengkap. Bersamanya, hadir puluhan warga Penagi, ada apa ya ?. Selidik punya selidik, ternyata Kapolres dan jajarannya sedang melakukan giat Basembang Bacarita. Kegiatan bertujuan untuk menampung segala sesuatunya aspirasi masyarakat secara langsung.”Apa kabar pak ?, sekarang lagi kerja gak ?, santai aja, jangan terlalu tegang”, ujar Kapolres, sembari memulai kegiatan, sekitar pukul 09.00 WIB.

Nugroho mengaku, baru sekarang punya waktu berbincang-bincang bersama warga Penagi, mengingat rutinitas kesibukan kerja. Sembari menyeruput minuman, ia pun meminta kepada masyarakat untuk menyampaikan segala pandangan mengenai kinerja Kepolisian di Natuna.” Ini supaya Polres Natuna ada media kontrolnya. Saya ingin mendengarkan unek-unek dan apa sarannya untuk Polres Natuna, terutama dalam menciptakan situasi Kamtibmas. Tidak cukup hanya sebatas informasi yang disampaikan Kapolsek, ayo pak silahkan”, ujar Nugroho.

Awalnya, puluhan warga yang hadir tampak sungkan menyampaikan keluh kesah. Hingga akhirnya salah seorang dari mereka angkat bicara soal sulitnya mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM), (Drive Licience) di Polres Natuna.” Perkenalkan pak, nama saya Lilis Sudiro, saya ingin tanya masalah SIM, saya dengar untuk mengurus SIM tesnya berat!, apakah ada keringanan pak?”. Ada juga yang bilang buat SIM tembak, seperti apa itu kami pun tidak tahu. Soalnya kami di Penagi ini, banyak belum punya SIM pak, tanya Sudiro.

Kapolres memberikan jawaban dengan lugas dan tegas, kalau belum siap mengendarai sepeda motor, lebih baik jangan. Karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto,SIK,pernah bertugas di Sulawesi Tengah ini mengatakan, Standar Operasi Prosedur (SOP) pembuatan SIM memang seperti itu, semua tes harus dilaksanakan.

Walaupun demikian, pria berpangkat dua melati ini akan berusaha untuk menyelesaikan kendala dihadapi masyarakat. Tentunya hal ini bersifat bukan untuk pembenaran.” Saat ujian praktek, nanti akan saya sampaikan kepada Kasatlantas. Saat kegiatan Kapolres berlangsung,Kasatlantas berhalangan hadir “.

Terkait masalah SIM tembak, Nugroho belum pernah mendengar selama ia bertugas di Natuna. Ia akan menindak tegas setiap anggotanya jika ada yang menjanjikan SIM tembak. Bahkan Kapolres memberikan nomor HP nya, untuk mempermudah pengaduan.” Kalau ada anggota menjajikan SIM tembak, laporkan kepada saya. Itu sama saja mencelakai masyarakat, apalagi dia tidak menguasai, maka rawan kecelakaan”, Tegas Kapolres .

LD, tokoh pemuda setempat, juga mengungkapkan persoalan lain, perihal perjudian dan adanya masyarakat luar yang tinggal di Penagi, tanpa dilengkapi data-data pribadi bersangkutan. Menanggapinya, Kapolres menyampaikan akan mengambil tindakan hukum apabila sudah meresahkan. Ia juga mengultimatum Kapolsek Bunguran Timur agar menyelesaikan persoalan ini, tenggat waktu satu minggu.

Banyak hal yang lainnya disampaikan warga kepada Kapolres, salah satunya mengenai ketertiban umum,adanya aksi kebut-kebutan di jalan Pering-Penagi, terutama pada setiap malam Minggu.Persoalan lainnya, mengenai adanya buruh di Penagi yang belum mengantongi kartu BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dirasa perlu, untuk jaminan masa tua para pekerja.

Namun demikian kata Kapolres, ada juga kegiatan bersifat kearipan lokal. Lebih baik diselesaikan ditingkat aparat kampung, sebelum masuk ke ranah hukum.” Banyak juga kearipan lokal, selama bertugas saya tidak mencari-cari kesalahan, walaupun ada potensi masalah. Karena kalau saya tindak pasti akan kolep.” Jelas Kapolres

(Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: