HMSTimes - What Happened Today? Forum Pembaharuan Bangsa Bukan Untuk Politik | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Forum Pembaharuan Bangsa Bukan Untuk Politik

Forum Pembaharuan Bangsa Bukan Untuk Politik

HMSTimes.com, Batam- Batam yang merupakan salah satu daerah yang merupakan miniatur kependudukan di Indonesia, yang mana hampir 100 % penduduknya merupakan pendatang yang berasal dari berbagai daerah dari Sabang ke Merauke. Dalam sambutannya Muhammad Rudi berpesan dalam pertemuan dengan forum pembaharuan bangsa, agar Forum Pembaharuan Bangsa tidak dibawa ke ranah politik. Karena forum ini berfungsi sebagai pemersatu masyarakat Batam yang majemuk dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kalau pribadi masing-masing anggota silahkan, namun forum ini tak boleh dibawah ke ranah politik,” pesan Rudi dalam silaturahmi bersama Forum Pembaharuan Bangsa Kota Batam di Kantor Walikota Batam, Rabu (3/5).

Rudi menjelaskan bahwa keberadaan forum ini penting untuk menjaga kondusivitas Kota Batam. Karena anggota forum ini adalah perwakilan dari perkumpulan daerah yang ada di Batam. Apabila ada gesekan yang berpotensi menimbulkan keributan antar daerah, perwakilannya bisa segera meredam.

“Forum ini menjadi pemersatu seluruh masyarakat. Kita sama-sama menjaga. Kalau ada gesekan langsung kita panggil perwakilan daerahnya. Jadi ancaman konflik di antara masyarakat bisa diredam dengan cepat,” kata dia.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 34 tahun 2006 tentang pedoman penyelenggaraan pembaharuan kebangsaan di daerah disebutkan bahwa forum ini merupakan suatu organisasi. Berfungsi sebagai wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerjasama antara masyarakat.

Tujuannya adalah agar dapat menumbuhkan, memantapkan, sekaligus memelihara dan mengembangkan pembaharuan bangsa. Intinya dengan pembentukan forum pembaharuan kebangsaan ini dapat menumbuhkembangkan keharmonisan, saling menghargai, saling mengerti antar masyarakat yang berasal dari berbagai suku dan ras serta agama. Amanah Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 34 tahun 2006 sangat ideal diterapkan di Kota Batam karena Batam sangat menggambarkan penduduk yang majemuk.

A.Zagoto

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: