HMSTimes - What Happened Today? Ekspor Ikan Napoleon Dari Natuna Ke Hongkong Berlanjut | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Ekspor Ikan Napoleon Dari Natuna Ke Hongkong Berlanjut

Ekspor Ikan Napoleon Dari Natuna Ke Hongkong Berlanjut

HMSTimes.com, Natuna– Setelah beberapa tahun terakhir nelayan ikan hidup yang ada di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjerit, kini sudah mulai bisa tersenyum kembali. Pasalnya, sebelumnya ikan napoleon yang harganya selangit tersebut, tidak bisa di ekspor, lantaran terganjal izin dibeberapa Kementerian dan Lembaga di Pemerintahan Indonesia.

Sabtu (03/02/2018) siang, bertempat di salah satu keramba milik pengusaha ikan di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, sebuah kapal besar berbendera negara Hongkong bersandar, untuk kembali mengangkut ikan jenis napoleon dan kerapu, ke negara tersebut. Pengangkutan ikan hidup ke sebuah negara bagian di Tiongkok itu, dalam rangka Ekspor perdana ikan napoleon di Kabupaten Natuna, yang telah lama mandeg.

Sekitar pukul 11:00 Wib itu,kegiatan mulai dilaksanakan yang dihadiri Bupati Natuna Drs.H. Abdul Hamid Rizal,M.Si,Ketua DPRD Yusripandi, Sekda Wan Siswandi, beberapa pimpinan OPD, Dandim 0318/Natuna Letkol Inf. Yusuf Rizal, Danlanal Ranai, Kolonel (L) Tonny Herdijanto, Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Camat Bunguran Barat Bukhary, sejumlah anggota DPRD, Perwakilan Kementerian Kemaritiman, KKP, KLH dan beberapa Kementerian dan lembaga lainnya, serta partisipasi semangat para nelayan yang juga menghadiri.

Dalam sambutannya Bupati H.Hamid mengatakan, bahwa masyarakat Natuna,khususnya para nelayan ikan hidup dan pengepul ikan hidup,lama menantikan kesempatan ini agar bisa kembali aktifitas pengeksporan ikan napoleon dan kerapu ke negara Hongkong. Jenis Ikan-ikan tersebutkan sudah beberapa tahun berada dikeramba,lantaran tidak laku dijual,mengakibatkan para nelayan dan serta pembudidaya ikan mengalami kerugian.

Bupati H.Hamid juga memberikan apresiasi terkait kesabaran nelayan Natuna,menunggu perizinan  pengeksporan ikan-ikan,dari pusat yaitu kementerian terkait,mematuhi koridor hukum. “Terimakasih kepada Kementerian Kemaritiman serta Kementerian terkait lainnya, yang telah kembali mengeluarkan izin untuk ekspor ikan sampai Maret 2018,” Ucap Bupati H.Hamid

Bupati H.Hamid juga berharap kepada Pemerintah Pusat agar supaya dapat menambah kembali kuota ekspor ikan napoleon,sebanyak 5000 ekor yang diberikan ijin,sementara masih tersisa sekitaran 25.000 ekor,belum diketahui bagaimana nasibnya.” Katanya

Disisi lain perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Dedi Miharja, mengatakan,pihaknya akan terus berlanjut mengawal teknis mekanisme proses ekspor jenis ikan napoleon dan kerapu ini ke negara Hongkong. Meminta agar supaya para nelayan siwliyah kabupaten natuna khususnya,dapat menerapkan sistem tangkapan ramah lingkungan, supaya tetap terjaga kelestariannya habitat asli ikan di alamnya. “ Kemenko Kemaritiman sangat mendorong para nelayan agar bisa terus berlanjut melakukan pengeksporan ikan.” Tolong budayakan gerakan nasional perilaku bersih dan senyum (GPBS).” Nelayan merupakan salah satu garis terdepan di perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Tutup Dedi Miharja.

Lubis

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: