HMSTimes - What Happened Today? Dinsos P3A Natuna Gelar Rapat PUG | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Dinsos P3A Natuna Gelar Rapat PUG

Dinsos P3A Natuna Gelar Rapat PUG

HMSTimes.com, Natuna- Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Natuna Kartina Riauwita, diwakilkan oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Natuna Yulisnawati, memimpin rapat Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang perlindungan perempuan dan anak, di ruang rapat Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Natuna, Selasa Pagi 28 Agustus 2018.

Yulisnawati mengatakan, rapat ini dilaksanakan untuk memantau dan meninjau kegiatan yang telah dilaksanakan selama ini, apakah ada kendala yang dihadapi dan langkah apa yang akan dibuat selanjutnya untuk mengatasi kendala tersebut.

“Maaf sebelumnya, Ibu Kartina ada urusan lain, jadi tidak bisa memipin rapat ini. Rapat ini untuk memantau dan meninjau kendala serta kasus baru yang dihadapi oleh lembaga-lembaga yang berkoordinasi dengan Dinsos P3A”, katanya dihadapan para peserta rapat.

Lebih lanjut ia mengatakan, Dinsos P3A ini merupakan induk dari lembaga-lembaga ini, untuk itu perlu koordinasi dan kerjasama dalam mengatasi masalah yang timbul. Dari hasil pengamatan, Yulisnawati mengatakan masalah perempuan dan anak saat ini tidak putus-putus, selalu timbul konflik dengan masalah-masalah baru sesuai dengan perkembangan zaman, menuntut untuk selalu tanggap. Masalah perempuan dan anak ini dapat dilihat melalui media elektronik, cetak, Online dan dilingkungan sekitar masyarakat.

Lembaga-lembaga yang berkoordinasi dengan Dinsos P3A yaitu : 1. KPPAD yang berfungsi sebagai pengawasan, 2. P2TP2A berfungsi sebagai pengaduan, perlindungan, pelayanan dan sosialisasi, 3. Simfoni sebagai pendataan dan pelaporan, 4. PATBM berfungsi sebagai pemberdayaan dan perlindungan anak, 5. Puspa (baru terbentuk) berfungsi sebagai pemberdayaan sosial, perempuan, anak dan sosialisasi, 6. Satgas Desa untuk bebas kekerasan.

“Lembaga-lembaga ini, mempunyai tugas dan fungsi masing-masing. Merekalah menjadi corong bagi dinas. Bekerjasama tanpa melangkahi tupoksi”, katanya lagi.

Sementara itu, Kabid pemberdayaan perempuan dan anak Dinsos P3A Yuli Rahmadamita mengatakan, saat ini perempuan dan anak membutuhkan pelayanan dasar yang harus selalu diperhatikan, beda dengan kebutuhan laki-laki. Contohnya, perempuan yang mau melahirkan, perempuan menyusui dan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Untuk itu, perlu masukan dari lembaga-lembaga yang ada di bidang sosial, perempuan dan anak.

“Peranan lembaga ini semakin nyata, dengan kasus yang semakin meningkat. Ini bukan suatu kegagalan, tapi karena perempuan sudah dibuka matanya agar melapor ketika ada permasalahan, baik kepada dirinya maupun kepada anak-anak. Bisa dikatakan inspirator lah”, katanya.

Dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, Yuli mengatakan jurnalis mempunyai peranan penting, dan berharap didalam pemberitaan jangan sampai foto wajah korban terpampang dengan jelas dan gunakan nama inisial.

“Kalau korbannya anak-anak, jangan sampai wajahnya jelas terpampang, dan gunakan inisial. Efeknya yang timbul tentu sangat berpengaruh di masa depan anak tersebut”, katanya.

Dari hasil rapat tersebut, beberapa kendala yang dihadapi dan menjadi PR adalah : anak yang tak mau sekolah lagi, disebabkan dua faktor yakni karena faktor tidak ada biaya dan faktor cara berpikir, lebih bagus cari uang daripada sekolah. Perceraian yg menyebabkan anak terlantar, anak yang kecanduan main game dan kurangnya fasilitas yang mendukung kinerja bidang perlindungan perempuan dan anak.

(Lubis)

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: