HMSTimes - What Happened Today? "Diduga Miras Bebas Dijual di Tempat Karaoke dan Traditional Massage Juga Beroperasi di Pontianak Tanpa Pengawasan Dinas Terkait". | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > “Diduga Miras Bebas Dijual di Tempat Karaoke dan Traditional Massage Juga Beroperasi di Pontianak Tanpa Pengawasan Dinas Terkait”.

“Diduga Miras Bebas Dijual di Tempat Karaoke dan Traditional Massage Juga Beroperasi di Pontianak Tanpa Pengawasan Dinas Terkait”.

HMSTimes.com-Pontianak- Maraknya atau menjamurnya usaha karaoke dan hiburan malam yang dipontianak perlu diapresiasi, karena selain mendatangkan pendapatan daerah (PAD) juga terbuka lapangan kerja bagi warga setempat.

Namun bagaimana jadinya jika pengusaha dalam menjalankan usahanya banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran akibat kurangnya pengawasan dari pemerintah dalam hal ini dinas -dinas terkait, yang terkesan membiarkan dan tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.

Hal tersebut membentuk opini dimasyarakat bahwa pemerintah cenderung cuek dan membiarkan pelanggaran-pelanggaran itu terjadi, Paradigma itu sama seperti yang dilontarkan oleh salah seorang Pemerhati dan Penggiat hukum, Pengajar di bid.hukum disalah satu Lembaga Pendidikan yang ada diPontianak, serta berprofesi sebagai Pengurus LBH di salah satu Organisasi Bantuan Hukum (Posbakum Madin-Wilayah Pontianak), Hendy Susanto, SH.

“Saya salah satu Pengurus Posbakum yang memiliki wewenang untuk melakukan “investigasi lapangan” secara tupoksi saya, pernah (beberapa kali) menemukan peredaran minuman keras (Miras/Minol-red), notabene diatas katagori “aman” (diatas 5%) untuk di edarkan dijual bebas di beberapa tempat hiburan malam (karaoke, dsb.), seperti: cipaz, dll.”, tutur Hendy kepada HMSTimes.com. “Bahkan sempat sekali saya menanyakan kepada salah satu owner (pemilik) karaoke yang saya kunjungi mengenai kenapa bisa peredaran minol yang katagori diatas “aman/layak”  untuk beredar, berdasarkan peraturan dan perundang yang berlaku, owner hanya mengatakan “ya…ga apa apa boss…yang penting pelanggan ga ada yang komplen dan kita hanya menyediakannya karena adanya permintaan pelanggan.”, ucap Hendy sembari menirukan kalimat pemilik karaoke tersebut.

“selain penjual minol, juga ada salah satu tempat Pijat/Spa dikawasan Kota Pontianak yang secara terang terangan menawarkan pijat “plus plus” kepada setiap pelanggan yang datang berkunjung. Mereka (Pijat/Spa-red) meng”istilahkan” nya dengan istilah “paket”, yang dimulai dari harga paket ratusan ribu, hingga paket yang berharga jutaan rupiah per paketnya. Kondisi ini kalau dibiarkan terus menerus dan berlarut larut, dikhawatirkan akan sangat berdampak negatif bagi psikologis masyarakat kita secara umum, dan “sarat” akan pemikiran kearah melakukan tindak kriminal bagi yang mengkonsumsi nya dan yang menjadi “pasien” pijatnya, walaupun yang tercipta seketika baru didalam alam bawah sadarnya.”, lanjutnya. “Hal ini akan sangat sangat berakibat buruk bagi dirinya sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, diperlukan penegasan perundang undangan, seperti Perda dan lain lainnya untuk rutin disosialisasikan melalui Pemerintah, baik Provinsi maupun Daerah/Kota, serta upaya upaya penertiban yang kontiniu dan berkesinambungan.”, tutup Hendy.

Hingga berita ini dimuat, belum ada dinas terkait yang bisa konfirmasi oleh HMSTimes.com terkait 2 pelanggaran-pelanggaran itu.

(Asido Jamot)

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: