HMSTimes - What Happened Today? Diduga adanya Mark up Harga Terkait Proses Pengadaan Alat Musik Studio Desa Cemaga | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Diduga adanya Mark up Harga Terkait Proses Pengadaan Alat Musik Studio Desa Cemaga

Diduga adanya Mark up Harga Terkait Proses Pengadaan Alat Musik Studio Desa Cemaga

HMSTimes.com,Natuna – Desa Cemaga,kecamatan Bunguran Selatan telah menggelontorkan anggaran guna belanja modal pengadaan alat musik studio Senilai  Rp 130.639.000,ADD (Alokasi Dana Desa). Berbagai alat musik studio seperti keyboard yamaha, subwoofer, speaker, mixer, equalizer, stabilizer, genset domping, dinamo 15 kw dibeli dari Pontianak.

Salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya ketika dijumpai, selasa sore (26/9/2017) mengatakan, pengadaan tersebut dibeli langsung oleh ketua TPK dan Kades Cemaga dengan pergi ke pontianak. “Enggak tahu juga bang, kenapa harus kepala desa yang pergi? Apa aturannya seperti itu? ” ujar sumber kepada awak media ini. Lebih lanjut dia bercerita, alat musik tersebut sudah digunakan di beberapa acara seperti momen perayaan 17 agustus dan acara hiburan.

Alat musik studio tersebut sudah diserahkan kepada badan usaha milik desa (Bumdes) yang nantinya bisa disewakan kepada masyarakat  untuk menambah uang kas desa. “Kemarin sudah diserah terimakan, tapi enggak tahu apakah sudah sesuai dengan RAB dan di cek apakah alat-alatnya yang telah dibeli sesuai tidak” kata sumber.

Karena ditemukan adanya beberapa kejanggalan, awak media ini bersama rekan mencoba menelusuri beberapa sumber. Dari RAB jelas terlihat harga satuan untuk satu unit keyboard yamaha 970 sebesar Rp 20.739.000.

Sumber yang lain ketika dikonfirmasi yakni salah satu warga yang ada di Ranai dan mengerti tentang alat-alat elektronik mengatakan, harga 1 unit keyboard yamaha 970 berkisar 15 jutaan. “Kalau tidak percaya boleh lihat aja di internet, harganya beda-beda tipis” ucapnya.

Untuk membuktikan hal tersebut, awak media bersama rekan membuka internet. Ternyata, apa yang dijelaskan warga tersebut memang benar adanya. Harga tidak berbeda jauh, tergantung dari pihak toko mengambil seberapa besar untung dalam bilangan rupiah. “Paling toko ngambil untung sekitar 1 jt sampai 2 jt. Kalau lebih mahal lagi bisa tidak laku barangnya” ucapnya lagi.

Berdasarkan sumber-sumber diatas, tercium aroma diduga adanya mark up harga dengan menaikkan harga satuan yang terdapat di RAB.

Terkait hal itu awak media melakukan konfirmasi via SMS dengan kepala desa cemaga Idris, kamis pagi,(28/9/2017), saya lagi rapat sosialisai kantor camat.” Jawab Idris

Selanjutnya penjelasan sang kades saat menelpon dan SMS dengan awak media,perlengkapan alat musik studio tersebut telah diserahkan kepada Bumdes dan karang taruna,membenarkan juga perlengkapan tersebut di beli di luar daerah yaitu pontianak, Propinsi Kalimantan Barat.

Ketika ditanyakan lebih lanjut siapa yang berangkat ke pontianak  membeli perlengkapan alat musik studio tersebut dan apakah alat alat tersebut sudah sesuai dengan RAB, sang kades membalas dengan kalimatnya ada  rapat di kantor kecamatan, ” ada masalah ya”, Idris menyuruh awak media datang kekantor Desa cemaga apabila konfirmasi, hal permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi awak media dikarenakan ada tugas di tempat lain, Idris menyikapi dengan bahasa,”kalau mau dinaikkan beritanya ya dinaikkan aja.”  Tantang Idris di Handphone.

Tidak tertutup kemungkinan adanya indikasi diduga korupsi terkait pengadaan alat musik studio tersebut, untuk itu diminta kepada penegak hukum untuk segera mengusut pengadaan alat musik studio Desa Cemaga ini, dikarenakan adanya perbedaan harga diluar dari harga pasaran.

Lubis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: