HMSTimes - What Happened Today? Daulae Nainggolan mempertanyakan Statusnya ke Polsek Sagulung dengan Surat | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Daulae Nainggolan mempertanyakan Statusnya ke Polsek Sagulung dengan Surat

Daulae Nainggolan mempertanyakan Statusnya ke Polsek Sagulung dengan Surat

 

HMSTimes.com, Batam – Daulae Nainggolan datang kekantor Redaksi HMSTimes.com (3/4-2017) untuk menyuarakan kepedihan hatinya karena dirinya dilaporkan orang yang tidak bertanggungjawab kepihak yang berwajib (Polisi) dengan tuduhan penipuan dan penggelapan.

Daulae memaparkan awal mula peristiwa yang menimpa dirinya disebabkan dianya meminjam uang dari BPR Dana Nusantara dan dianya mengagunkan sertifikat rumah seharga Rp. 30 juta, dari sinilah awalnya Daulae jadi tersangka, dan diapun  menuliskan surat kepada kapolsek Sagulung atas kasus yang di tuduhkan ke Dia sesuai yang tertuang dalan surat perintah penahanan ( SP2) No. SP. Han/165/X/2016/Reskrim tanggal 12 Oktober 2016, yang membuatnya sempat merasakan pengapnya jeruji besi Polsek Sagulung selama 25 hari, dan sekarang  masih  menjadi  tahanan  kota  dan  dia diwajibkan  lapor  setiap  hari Senin dan kamis.

Sesuai SP2 yang dikeluarkan oleh Polsek Sagulung  Daulae Nainggolan disangkakan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan atas rumah yang beralamat di Perumahan  Taman  Cipta  Asri Blok  I  nomor  26 , Batam.

Dari kronologis yang di sampaikan  oleh  Daulae Nainggolan  bahwasanya penangkapan dirinya  berawal  dari   rumah miliknya  yang pernah dia agunkan ke  BPR Dana  Nusantara dengan plafon Rp. 30 juta  dan  jangka pembayaran 2 tahun, setelah  cicilan berjalan 6 bulan Daulae Nainggolan  tidak  bisa  membayar cicilan agunan rumahnya.

Mulai dari situ  Daulae Nainggolan  dipanggil oleh pihak  BPR Dana Nusantara  untuk melunasi dan  di buat perjanjian dengan menggunakan  jasa  Notaris. Ya ketika Daulae Nainggolan  ingin membayarkan tunggakannya, Pihak BPR  Dana  Nusantara, mengatakan  tunggakan atas nama Daulae Nainggolan sudah  lunas  dan  mengeluarkan  surat tanda lunas.

Selang berapa waktu  Daulae Nainggolan di hubungi oleh  Faisal, dan  mengklaim bahwasanya  rumah  yang  beralamat  di Perumahan  Taman  Cipta  Asri Blok  I  nomor  26 , Batam. telah  ia  beli, sehingga membuat  Daulae Nainggolan tidak terima dan bertanya-tanya , karena  dia tidak pernah  merasa menjual rumahnya ke siapa pun,  dan kedua belah pihak  sama-sama memiliki surat.

Hingga saat ini Daulae Nainggolan belum tahu tindak pidana  penipuan dan penggelapan mana yang dia lakukan, karena bukti – bukti yang disangkakan ke dia tidak ia ketahui. makanya  saya  mengirim  surat  ini  biar  kasus  saya  ini jelas dan cepat kelar  ujarnya ke HMSTimes.com.

Ditambahkan Daulae  Nainggolan, bahwa proses hukum yang tidak jelas ini sangat menggangu pikirannya karena prosesnya bertele-tele dan ini mengganggu aktifitasnya. Saya mengirimkan surat ini kepada Bapak Kapolsek dengan tembusan Kapolres dan Kapolda. Dengan harapan dengan adanya surat ini memperjelas status dan proses hukum yang menimpa nya. terang  Daulae  Nainggolan lagi.

Saya mohon bantuan kepada LBH yang ada  di Batam untuk  bisa membantu saya, supaya proses hukum yang saya jalani sekarang sesuai dengan tatanan hukum yang berlaku di negara ini. saya mengharapkan kiranya ada LBH yang secara gratis membantu saya karena saya  tidak mampu membayar jasa pengacara  demi mencari keadilan  paparnya lagi.

Willy Lubis.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: