HMSTimes - What Happened Today? Cinta Sesama Jenis Berujung Proses Hukum | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Cinta Sesama Jenis Berujung Proses Hukum

Cinta Sesama Jenis Berujung Proses Hukum

HMSTimes.com, Natuna- Sehubungan Telah terjadi tindakan pencabulan terhadap sesama jenis kelamin,terhadap anak dibawah umur berinisial (AAE ),16 Tahun,dilakukan tersangka (AA) 25 tahun,beralamat di Teluk Baruk, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur. Atas perbuatan tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka. Saat ini tersangka telah diamankan di Polres Natuna. Hal ini dikatakan Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto,SIK,didampingi Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Eddy Wiyanto,saat menggelar konfrensi Pers, Selasa (23/10/2018).

AKBP Nugroho juga menjelaskan rangkaian kronologis, bahwasanya tersangka pencabulan (Homo seksual),terhadap anak di bawah umur (AAE),diamankan Masyarakat Teluk Baruk, Desa Sepempang,Kecamatan Bunguran Timur, berkoordinasi dengan Satpol PP Natuna,,Camat Bunguran Timur, aparat RT setempat,Babinsa,(19/10/2018). Satpol PP berhubungan dengan Perda. Terhadap hal mekanisme itu kita hargai.” Tegasnya.

Dalam keterangan persnya menuturkan pada bulan April 2018,korban mengenal tersangka lewat face book. Bergabung di dalam Group facebook komunitas gay/homoseks dan memposting nomor telepon tersangka. Setelah itu korban kemudian mengirim pesan kepada tersangka dan selanjutnya aktif saling berbalas pesan melalu media sosial,hingga berpacaran. Dalam hal ini, korban berperan,menjadi wanita (mama ),dan tersangka berperan sebagai laki-laki (papa).

Korban asal Jakarta,menuju Kab. Natuna menggunakan kapal Bukit Raya dari Tanjung Priok menuju pelabuhan Selat Lampa pada awal bulan Mei 2018. Korban dibiayai tersangka untuk datang ke Kab. Natuna  dengan alasan bekerja dirumah makan. Korban setuju. Kemudian tersangka melakukan mentransfer  uang 1 juta,dengan rincian 2 kali pengiriman. Sesampai di Natuna,korban tinggal bersama keluarga tersangka. Beralamat di Teluk Baruk,Desa Sepempang, Kec. Bunguran Timur.

Dari Bulan Mei 2018 sampai bulan Juli 2018, korban dan tersangka mengakui telah melakukan,persetubuhan/homoseks kurang lebih 30 kali , dilakukan atas dasar suka sama suka. Pada bulan Juli 2018 ketika korban dan tersangka sedang melakukan persetubuhan/homoseks di rumah tersangka, ibu tersangka memergoki kejadian tersebut. Kemudian meminta, tidak mengulangi,serta menyuruh korban pulang  ke Jakarta.

Pada bulan Agustus 2018, korban pulang, menggunakan kapal Bukit Raya. Namun  bulan September 2018, kembali lagi ke Natuna ,setelah ditelpon oleh tersangka dengan janji,akan membiayai transportasinya. Dari bulan September sampai 19 Oktober 2018, telah terjadi persetubuhan/homoseks antara tersangka dan korban sebanyak 4 kali.

Hari Jumat tanggal (19/10/2018),ketua RT, Camat, Satpol PP mendatangi rumah tersangka dan korban. Guna menanyakan masalah persetubuhan/homoseks,sehubungan laporan dari warga dan  keluarga  tersangka.  Satpol PP mengamankan korban lalu membawa ke Mako Satpol PP Kab. Natuna. Sabtu tanggal 20 Oktober 2018, Pihak Kepolisian mendatangi Mako Satpol PP Kab. Natuna dan melakukan interogasi terhadap korban dan tersangka,  ditemukan adanya dugaan pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Dari pengakuan keduanya,mereka, pernah menjadi korban atas perlakuan persetubuhan terhadap sesama jenis/gay(homoseks pada waktu kecil.

Selanjutnya perlu penegakan hukum atas perbuatan yang dilakukan tersangka kepada korban. Polri selaku penegakan hukum sudah bisa memberi kepastian hukum terhadap tindak pidana yang terjadi. Meskipun kejadian ini tidak langsung ditangani pihak kepolisian, dikarenakan mengingat adanya peraturan daerah (Perda),menjadi dasar Pemkab Natuna melalui Satpol PP terlebih dahulu untuk menangani.

Setelah proses ditangani oleh Satpol PP, Pihak Polres Natuna melakukan kordinasi kepada Kasat Pol PP Natuna untuk bisa menyerahkan kepada Polres Natuna,terhadap yang bersangkutan untuk dilaksanakan proses hukum. Dengan maksud dan tujuan agar supaya ada kepastian hukum. Dan sebagai proses pembelajaran terhadap pelaku. ” Supaya kejadian ini tidak terulang kembali.”  Jelas Nugroho.

Barang bukti yang diamankan

1.(satu) buah kaos warna hitam, 1 (satu) buah celana pendek Jeans warna biru, 1 (satu) buah celana dalam warna merah marun, 1 (satu) buah kasur warna putih, 1 (satu) buah selimut motif gambar minion, 1 (satu) buah kaos warna hijau, 1 (satu) buah celana pendek warna biru tua, 1 (satu) buah celana dalam warna abu-abu.

Pasal yang di sangkakan kepada yang bersangkutan pasal 292 KUHP, sudah jelas ancaman 5 tahun penjara, dan perbuatan cabul yang dilakukan terhadap anak dibawah umur, dilakukan oleh sejenis, (Laki laki)!  Pasal 292 KUHP. Junto Pasal 81 ayat (1) dan Undang Republik Indonesia No.17 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang Undang Republik Indonesia No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Setiap Orang Dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan,memaksa,melakukan tipu muslihat,melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang dipidana paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.0000,00 (lima miliyar rupiah).

“Pasal 292 KUHP. “ Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin, yang diketahuinya atau sepatutnya, atau belum dewasa, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun “

Penanganan Korban  dibawah umur pada saat ini menurut Nugroho, masih proses berkoordinasi dengan KPAI dan Dinsos yang ada di provinsi,dan Polda Kepri. Mekanisme proses hukum yang berlaku. Guna untuk dimintai keterangan,diberikan perlindungan ditempat aman,dan bersamaan menunggu kehadiran orang tua korban.

Pada kesempatan berlangsung Kapolres Natuna Menghimbau kepada orang tua agar selalu menjaga anak anaknya dengan baik. Ia juga tidak lupa mengingatkan,Pertumbuhan anak butuh pengawasan yang baik dari orang tua, kerja sama merupakan bentuk kepedulian memberikan Perlindungan berupa perhatian terhadap anak anak dari perilaku perilaku menyimpang”, Jelasnya AKBP Nugroho Dwi Karyanto,Sik.

(Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: