HMSTimes - What Happened Today? Buruh Batam Menjerit, Tim Kuasa Hukum SBSI Batam Siap Gugat Gubernur Kepri | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Buruh Batam Menjerit, Tim Kuasa Hukum SBSI Batam Siap Gugat Gubernur Kepri

Buruh Batam Menjerit, Tim Kuasa Hukum SBSI Batam Siap Gugat Gubernur Kepri

 

HMSTimes.com, Batam- Beberapa hari terakhir warga Batam  dibuat bingung atas naiknya tarif dasar listrik Batam yang menurut mereka tidak wajar dan perlu  ditinjau kembali oleh Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun. Kebingungan warga ini bukan tidak beralasan, sekarang ini banyak warga Batam pengangguran akibat banyaknya  perusahaan yang hengkang dari Batam.

Kenaikan tarif ini merujuk Peraturan Gubernur Kepri Nurdin Basirun Nomor 21/2017 itu berlaku untuk empat golongan dari 17 golongan tarif yang ada Empat golongan tersebut untuk rumah tangga, yakni R1/1300 VA, R1/2200 VA, R2 di atas 2200 VA, dan sosial komersil S3/TM di atas 200 kVA.

kebingungan dan keresahan warga ini tidak terkecuali buruh yang notabene merupakan warga mayoritas di Batam. seperti halnya anggota serikat buruh  SBSI yang tergabung di pengurus komisariat (PK) Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Batam yang di temui HMSTimes.com mereka sangat keberatan atas kenaikan tarif dasar listrik kota yang tidak memperhatikan kondisi dan situasi kota Batam saat ini.

Tiga orang anggota Serikat SBSI kota Batam yang berada dikantor DKP untuk menuntut hak mereka yang mana selama puluhan tahun bekerja di DKP, tapi mereka dibuang begitu saja.    mereka adalah Syariun, Asnawi dan Andika, ditemani oleh kuasa hukum mereka yaitu Santo Lubis, SH dan Rio Fernando Napitupulu,SH beserta pengurus DPC SBSI kota Batam yaitu Jonner Sirait mereka mengatakan Bagaiman gak bingung, masih isu saja kemarin kenaikan listrik ini, harga sudah pada naik, ditambah lagi kami sudah di PHK sepihak oleh DKP, itulah makanya kami kesini, ujar mereka lagi ke wartawan HMSTimes.com.

Rio Fernando Napitupulu,SH yang merupakan sekretaris DPC SBSI Kota Batam, dan sekaligus tim kuasa hukum SBSI Kepri menyampaikan bahwasanya Kenaikan TDL ini sangat memberatkan buruh  tidak terkecuali anggota kami yang bergabung di SBSI karena jika di bandingkan dengan kenaikan UMK Batam  ini sangat tidak sebanding, anggota kami menjerit. makanya kami dari tim kuasa hukum SBSI siap menggugat  keputusan Gubernur  Kepri Nurdin Basirun  ke Pengadilan Tata Usaha Negara ( PTUN ) bersama kawan-kawan tim kuasa hukum yang ingin memperjuangkan ketidakadilan ini tutur pengacara muda ini dengan semangatnya yang berapi-api. senada dengan Korwil SBSI Kepri Santo Lubis, SH beberapa waktu lalu sewaktu di wawancarai oleh Redaksi HMSTimes.com.

Bagaimanapun caranya kami harus berjuang demi ketidakadilan ini apalagi memperjuangkan  nasib anggota kami, kami ingin PLN bright Batam diaudit oleh BPK, apakah laporan mereka tentang kerugian versi mereka betul apa ada permainan. karana secara logika semuanya sudah dimonopoli oleh PLN mulai dari instalasi, alat-alat yang lain yang dibutuhkan semuanya dilakukan oleh mereka, nanti kita lihat saja endingnya,  tutur pengacara muda ini lagi, dengan senyum khasnya sambil menyudahi percakapannya dengan wartawan HMSTimes.com. Jefrianto Pasaribu

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: