HMSTimes - What Happened Today? Kajati Kepri : Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Aspirasi Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Natuna Terus Berjalan | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Kajati Kepri : Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Aspirasi Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Natuna Terus Berjalan

Kajati Kepri : Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Aspirasi Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Natuna Terus Berjalan

HMSTimes.com,Natuna-Kepala Kejaksaan Tinggi Propivinsi Kepri Yunan Harjaka SH,Melakukan kunjungan kerja ke Natuna, didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini wilayah Kepri. Turut dalam rombongan, Aspidum Marwoto, Asisten Intelijen dan Asisten Pengawas Teguh Subianto. Melakukan Supervisi,evaluasi dan Inspeksi umum diwilayah Kejaksaan Negeri Ranai. Sesuai jadwal dan protap dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Yunan Harjaka menjelaskan, kasus dugaan korupsi aspirasi tunjangan perumahaan anggota DPRD Natuna Kepri. Telah diproses dan terus berjalan dan dikembangkan penyidik Kejati Kepri.Telah menetapkan 5 orang tersangka. Pemberian tunjangan perumahaan pimpinan dan anggota DPRD Natuna. Dialokasikan di APBD Natuna sejak tahun 2011-2015 lalu. Tanpa menggunakan mekanisme aturan yang sesuai dengan harga pasar setempat. Negara dirugikan sebesar 7,7 Milyar.” Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap saksi – saksi untuk melengkapi berkas kelima tersangka.” Katanya

Menurut Penjelasan Yunan Harjaka,Pasal yang disangkakan kepada tersangka. Dijerat pasal 2 ayat 1 jo, pasal 3 UU Nomor 13 Tahun 1999.Tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi. Sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo, pasal 55 KUHP.” Katanya pada hari Rabu siang (07/02/2018). Di Hotel Natuna dalam jumpa pers.

Dikatakan, Yunan perkara korupsi yang sempat menjadi viral ini di pemberitaan media,tetap terus berlanjut,Pemberantasan Korupsi tanpa pilih bulu. Disisi lain dia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya kasus korupsi di Kabupaten Natuna dan Anambas yang menjerat pejabat daerah. Kedepannya Yunan berharap di Tahun 2018 ini. Tidak ada lagi pejabat yang berurusan dengan penegakan hukum. Tutup Yunan.

Lubis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: