HMSTimes - What Happened Today? Belum Ada Aliran Listrik Warga Sei Nayon Bengkong Mengadu Ke Kantor DPRD Batam | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Belum Ada Aliran Listrik Warga Sei Nayon Bengkong Mengadu Ke Kantor DPRD Batam

Belum Ada Aliran Listrik Warga Sei Nayon Bengkong Mengadu Ke Kantor DPRD Batam

HMSTimes.com, Batam – Puluhan warga Sei Nayon Bengkong RT 5 RW 12 mendatangi Komisi III DPRD Kota Batam mengadu karena belum ada pemasangan aliran listrik, Kamis (23/8/2018).

Salah satu perwakilan warga, Adrianus, menyampaikan tujuan mereka datang ke kantor DPRD Kota Batam untuk meminta bantuan supaya ada pemasangan listrik di Sei Nayon Bengkong RT 5 RW 12.

“Tujuan kami kesini minta bantuan supaya dipasang aliran listrik, karena selama ini tidak ada tanggapan dari pihak PLN Batam, dimana total ada 280 KK yang belum ada listriknya,” ungkap Adrianus.

Alasan dari pihak PLN tidak memasang listrik karena ada PT yang mensomasi bahwa lahan yang kami tempati itu milik mereka.

“Kalau lahan ini milik salah satu PT, kenapa pada saat membangun tidak ada oknum yang melarang, kami bangun rumah pakai uang kalau memang lahan ini punya orang tidak akan kami bangun disini kami akan cari tempat lain, karena tidak ada yang menegur mengklaim tanah mereka ya masyarakat tetap bangun, dan sampai sekarang status rumah sudah permanent bukan semi permanent,” ujarnya.

Bukti Panggabean, manager Humas PLN mengatakan, PLN belum melakukan pemasangan listrik karena pemilik sahnya tidak memperbolehkan untuk pemasangan listrik.

“Karna pemilik sahnya tidak memperbolehkan pasang listrik, tidak mungkin pihak PLN pasang listrik disana,” ungkap Bukti Panggabean, manager Humas PLN.

Untuk sementara solusinya kita akan memanggil dari pihak perusahaan untuk memberikan rekomendasi ke masyarakat untuk pemasangan aliran listrik sementara, dengan syarat jika suatu saat lahan tersebut dipergunakan oleh perusahaan masyarakat tidak bisa menuntut ganti rugi.

Menanggapi keluhan warga, Ketua Komisi III DPRD kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan, DPRD akan merekomendasikan ke BP Kawasan supaya masyarakat bisa dialirin listrik.

“PLN takut di somasi dari tiga perusahaan karena tanah itu milik perusahaan atau pengembang, tapi ada satu perusahaan yang belum memberikan somasi,” ungkap Ketua Komisi III DPRD kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura.

Saya baru mendapatkan informasi bahwa status lahan tersebut masih hutan, tapi karena disana sudah ada kegiatan dan masyarakat juga sudah ada disana kalau mau dialokasikan silahkan dialokasikan, kalaupun mau ditata dengan dikelola saja, dalam hal ini BP Batam mengkaji ulang sesuai dengan tata ruang kota batam.

Solusinya kita akan merekomendasikan ke BP Batam tebusan ke PLN supaya bisa dilakukan pemasangan listrik, dan untuk masyarakat jika sewaktu-waktu dipindahkan atau dicabut mereka tidak menuntut ke PLN, tutup Nyanyang Haris Pratamura.

(Yuyun)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: