HMSTimes - What Happened Today? Batam Darurat Banjir, Pemko Batam Bagi Tugas Per Kecamatan Tuntaskan Banjir | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Batam Darurat Banjir, Pemko Batam Bagi Tugas Per Kecamatan Tuntaskan Banjir

Batam Darurat Banjir, Pemko Batam Bagi Tugas Per Kecamatan Tuntaskan Banjir

 

HMSTimes.com,Batam- Banjir yang mengepung kota Batam setiap hari hujan yang melumpuhkan akses lalulintas dibeberapa titik diwilayah Batam, membuat pemerintah pusing dan segera bertindak untuk penangananya. Pemerintah Kota Batam membagi penanganan banjir per kecamatan. Tiap kecamatan bersama organisasi perangkat daerah mendata berapa titik banjir yang ada saat ini.

Pemko menyerahkan penanganan banjir ini ke setiap kecamatan untuk di diskusikan bersama di kecamatan, apa saja, dimana saja tempat yang rawan banjir untuk diambil tindakan,” kata Walikota Batam, Muhammad Rudi usai memimpin rapat penanganan banjir di Kantor Walikota Batam, Senin (29/5).

Menurut Rudi, titik-titik hasil rapat per kecamatan nanti yang akan jadi prioritas. Penanganan dilakukan secara manual dengan normalisasi drainase hingga pembongkaran bangunan di atas aliran air.

Untuk itu, Pemko Batam akan meminta bantuan pihak keamanan (TNI dan Polri) dalam proses pembongkaran bangunan atas drainase ini. Dan kepada BP Batam, Pemko minta agar menarik kembali lahan-lahan yang sudah diserahkan ke pihak ketiga untuk penanganan banjir.

“Kita akan buka paksa lahan-lahan yang sudah diberikan ke orang lain, demi menyelamatkan banjir di Kota Batam,” ujarnya.

Selain itu, Rudi juga minta agar cut and fill (pemotongan lahan) dihentikan. Karena proses pemotongan lahan yang berjalan di Batam selama ini tidak memberikan solusi atas masalah lingkungan.

“Potong saja, air langsung mengucur karena tidak ada pohon lagi,” kata dia.

Rudi mengatakan lahan ini merupakan salah satu ganjalan dalam penyelesaian masalah banjir. Sejak 2013 Pemko sudah minta ke BP Batam untuk bebaskan lahan yang terkait titik banjir. Namun sampai saat ini tidak ada penyelesaiannya.

“Bukan kami tidak bisa bekerja, lahan ini sudah jadi sandungan. Makanya tidak boleh ada lagi masyarakat yang menambah depan atau belakang rumahnya sehingga menutup parit. Sudahlah paritnya sempit, aliran tidak lancar. Maka besok harus lancar,” kata Rudi.

Dengan situasi seperti ini apakah Pemko Batam masih optimis dengan rencana membebaskan Batam dari Banjir akhir Tahun ini ? ***

A.Zagoto

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: