HMSTimes - What Happened Today? Banjir Kepung Kota Batam Setiap Hujan Datang | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Banjir Kepung Kota Batam Setiap Hujan Datang

Banjir Kepung Kota Batam Setiap Hujan Datang

 

HMSTimes.com,Batam- Hujan yang mengguyur kota Batam beberapa hari terakhir membuat kota Batam sebagian lumpuh karena Banjir, akibat banjir ini sangat mengganggu aktivitas warga. Muhammad Rudi menegaskan bahwa drainase harus dikembalikan fungsinya sebagai saluran air. Artinya tidak boleh ada bangunan di atasnya yang menghambat aliran air.

Drainase yang ada harus kita kembalikan fungsinya sebagai drainase,” kata Rudi usai meninjau lokasi banjir Nagoya, Jumat (21/4).

Sehari sebelumnya, warga Batam dihebohkan dengan banjir yang menggenangi kawasan Nagoya. Tepatnya di lokasi jalan yang baru saja dilebarkan Pemerintah Kota Batam tahun lalu.

Menurut Rudi, banjir seperti ini sudah terjadi di Nagoya sejak tiga tahun lalu. Karena kondisi itulah pemerintah kemudian melakukan perbaikan, baik dari segi jalan maupun drainase.

“Jalan yang kita bangun hari ini sudah langsung dengan drainase. Tapi baru menyangkut jalan umum sementara di pertokoan belum. Maka yang kita selesaikan adalah drainase induk dulu.┬áHari ini sudah bongkar di depan BNI dan buat jembatan,” ujarnya.

Pemko melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air sudah lakukan normalisasi drainase di titik banjir tersebut, Kamis sore usai hujan reda, banyak sampah menumpuk serta ada instalasi pipa air  melintang di saluran drainase. semua istalasi yang di buat melintang di drainase akan menahan sampah sehingga air tidak bisa normal, baik instalasi ATB,PLN,TELKOM.

Rudi akan surati pemilik pipa atau kabel untuk memperbaiki jaringan yang lewat di drainase. Ia minta agar posisi pipa diubah, dipotong dan dinaikkan ke atas drainase, tidak melintang di bawah. Kondisi seperti ini tak hanya terjadi di Nagoya, tapi juga ditemukan di wilayah Batuaji.

Secara umum, kata Rudi, Pemko Batam tahun ini hanya bisa mengatasi banjir dengan normalisasi drainase. Tahun ini Pemko Batam membeli tujuh alat berat untuk mengeruk sampah dari drainase yang ada.

“Alat baru sudah datang lima. Segera kita fungsikan. Saya minta anggaran perubahan ditambah lagi,” kata Rudi.

selain Nagoya dari pantauan HMSTimes.com, daerah rawan banjir seperti Marina, Simpang Dam, Tembesi, Piayu, dll. artinya masih banyak PR pemerintah untuk menanganinya.

A.Zagoto

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: