HMSTimes - What Happened Today? Bahas Sampah dan Pasar, Gebraksu Hadirkan Dinas Kebersihan dan DPRD Medan Dalam Satu Forum Diskusi | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Bahas Sampah dan Pasar, Gebraksu Hadirkan Dinas Kebersihan dan DPRD Medan Dalam Satu Forum Diskusi

Bahas Sampah dan Pasar, Gebraksu Hadirkan Dinas Kebersihan dan DPRD Medan Dalam Satu Forum Diskusi

M. Yamin Daulay mewakili Dinas Kebersihan Kota Medan beri penjelasan tentang pengelolaan sampah.

HMSTimes.com,  Medan- Permasalahan sampah dan pasar sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dalam sebuah pembahasan. Pasar atau Pajak [bahasa medannya] termasuk penghasil sampah terbesar selain sampah masyarakat.

Sebelumnya, diketahui Kota Medan menerima predikat buruk soal pengelolaan sampah. Hal ini menjadi perhatian serius para aktivis peduli lingkungan dan tercetus lah sebuah acara ‘Satu Forum Diskusi’ yang dihadiri Dinas Kebersihan Kota Medan dan Anggota DPRD Medan Komisi C.

M Yamin Daulay mewakili Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan mengatakan kalau permasalahan sampah harus melibatkan masyarakat, jangan membuang sampah disembarang tempat.

“Jika permasalahan sampah hanya di Dinas, kemungkinan permasalahan ini tidak akan pernah selesai, masyarakat juga harus ikut terlibat, jangan buang sampah sembarangan, itu hal kecil yang dapat dilakukan masyarakat” Jelas Yamin Daulay pada acara tersebut, Selasa, 12/02/2019 di Triple Cafe.

Lain lagi yang dikatakan Bung Aulia sebagai pemerhati lingkungan. Ia mengatakan kalau orang Medan pergi ke Singapura, dia bakal buang sampah ditempat sampah, tapi setelah kembali ke Medan, Ia balik lagi buang sampah di sembarang tempat.

“Saya kadang heran, kenapa ketika orang Medan ke Singapura, dia buang sampah pada tempatnya tapi setelah kembali ke Medan, buang sampahnya sembarangan aja, saya pernah lihat orang dari dalam mobil mewah buang sampah dari dalam mobilnya, sebaiknya hal kecil seperti ini kita mulai dari diri kita sendiri untuk mengikuti hal yang baik” Ujar Aulia pada kesempatan itu.

Aulia juga berharap agar Dinas Kebersihan dapat melakukan pendekatan kepada masyarakat terutama kalangan milenial seperti anak sekolah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara Dinas Kebersihan hadir sebagai inspektur upacara bendera di sekolah-sekolah yang ada di Kota Medan.

Boydo Panjaitan yang hadir saat acara telah berlangsung menjelaskan kalau aspirasi permasalahan pasar [pajak] hampir tiap hari diterima dikantornya mengingat ada hampir 53 pasar yang tersebar di Kota Medan.

Dia juga mengatakan kalau permasalahan pasar marelan yang saat ini terjadi diakibatkan tidak adanya konsep pembangunan yang tidak matang dari pemerintah.

“Mengenai keluhan para pedagang sudah luar biasalah, kita pun hampir tiap hari menerima keluhan pedagang dari hampir 53 pasar di Kota Medan. Akhir-akhir ini yang lagi serius kita urus ini pasar kampung lalang, bagaimana gak akan ada lagi seperti pasar marelan yang lapaknya belakangan diurus, nah, inikan permasalahannya disitu, konsep pembangunan yang tidak matang dari Pemerintah, itulah awalnya” Ujar Boido sebagai Narasumber pada forum tersebut.

Forum diskusi yang dihadiri jurnalis dan para pedagang itu berjalan serius namun santai. Bung Asril sebagai protokol memandu acara dengan baik.

Indra Mingka, salah satu aktivis peduli lingkungan mengatakan sudah sejauh mana sosialisasi Dinas Kebersihan. Menurutnya, teknologi media sosial dapat dimanfaatkan untuk menjangkau masyarakat apalagi batas kota sosialisasi dimedsos dapat disetting hanya untuk wilayah Medan saja.

Ketua Gebraksu, Saharuddin mengatakan forum diskusi seperti ini akan digalakkan minimal dua kali dalam satu bulan.

(Sabar)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: