HMSTimes - What Happened Today? Ampli Akan Demo Lagi Menuntut Gubernur Cabut Pergub no 21 Tahun 2017 | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Ampli Akan Demo Lagi Menuntut Gubernur Cabut Pergub no 21 Tahun 2017

Ampli Akan Demo Lagi Menuntut Gubernur Cabut Pergub no 21 Tahun 2017

 

HMSTimes.com, Batam- Dampak  kenaikan tarif listrik Batam yang tertuang dalam Pergub Kepri no 21 tahun 2017 yang semakin hari semakin  meresahkan  masyarakat Batam. Dengan kenaikan TDL ini banyak menimbulkan gejolak dikalangan masyarakat Batam, mulai dari demo pnolakan TDL, tidak terkotrolnya harga kebutuhan pokok, dan yang lebih parahnya banyak masyarakat yang tidak percaya dengan kepemimpinan Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri (krisis kepercayaan) karena di anggap tidak berpihak kepada rakyat.

Dari beberapa kali demo dan pertemuan untuk membahas kenaikan TDL ini agar direvisi oleh pihak pemerintah, PLN dan masyarakat Batam, tidak ada titik terang yang  bisa dihasilkan, Bahkan yang ada adalah saling lempar bola panas.

selasa tanggal 02/05/2017 tokoh lapisan masyarakat yang peduli dengan ketidak berpihakan pemerintah ini mengadakan rapat koordinasi membahas kelanjutan aksi jilid ke 4 untuk mendesak Gubernur dan PLN merevisi Pergub no 21 tahun 2017 yang sudah disahkan dan diberlakukan. Adapun hasil rapat tersebut antara lain :

  1. Bahwasanya AMPLI dalam waktu dekat akan melakukan aksi demonstrasi jilid 4 dengan membawa masa yang lebih banyak yang telah terkoneksi dengan RT/RW sekota Batam.
  2. Titik yang akan menjadi sasaran untuk menyampaikan inspirasi masayarakat ini yaitu Pemko Batam, PLN, dan Graha Kepri.
  3. Tujuan aksi jilid 4 untuk mendesak Gubernur Kepri Nurdin Basirun Merevisi Pergub 21 tahun 2017 tidak melebihi 10 %.
  4. Aksi jilid ingin mematahkan arogansi bright PLN yang selama ini mereka andalkan.

Santo Lubis, SH ketua korwil SBSI mengatakan jika tidak secepatnya kenaikan ini direvisi, maka masyarakat yang babak belur membayar rekening listrik, belum lagi mau di hapuskan LPG 3 kg, dan masyarakat dipaksa beralih ke LPG 5,5 kg, yang lagi-lagi dimonopoli oleh PLN, pada intinya kami tidak akan berhenti menyuarakan ini sebelum ada realisasi permintaan masyarakat. ini adalah tanggung jawab kami sebagai aktivis buruh, yang mana penduduk kota Batam mayoritas buruh.

Said Abdullah Dahlawi selaku koordinator umum AMPLI mengatakan, pemerintah dan PLN tidak sadar karena arogansi dan ego mereka dalam menaikkan TDL ini telah banyak menimbulkan kekhawatiran terhadap para investor yang ada dan akan masuk di Batam karena aksi demo yang sudah berapa kali bergulir. apakah mereka nalar sampai kesana apa tidak ? secara otomatis dengan adanya demo, maka mereka pasti tidak nyaman di Batam. inilah opsi terakhir kami demo,  karena tak ada lagi pilihan, setiap pertemuan tidak pernah ada titik temu.

A.Zagoto

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: