HMSTimes - What Happened Today? Aksi Penipuan Mulai Marak, Wajib Pajak Waspada Penipu Mengatasnakan Dispenda | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Aksi Penipuan Mulai Marak, Wajib Pajak Waspada Penipu Mengatasnakan Dispenda

Aksi Penipuan Mulai Marak, Wajib Pajak Waspada Penipu Mengatasnakan Dispenda

HMSTimes.com,Batam- Ada banyak Modus kejahatan yang dimainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab mulai beraksi di kota Batam, di mana mereka memperdaya warga  wajib Pajak di Batam, terutama bagi mereka yang nunggak pajak.

Wajib Pajak di Kota Batam diminta waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), Raja Azmansyah. Azman mengatakan hingga Rabu (9/8) setidaknya sudah 20 wajib pajak yang dihubungi penipu tersebut.

Adapun modusnya adalah meminta wajib pajak untuk membayar pajak terutang. Namun pembayaran ditujukan ke rekening pribadi, bukan kas daerah.

“Karena itu, wajib pajak diminta untuk segera membayar tunggakan tersebut. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Azman di ruang kerjanya, Rabu (9/8).

Menurut Azman, beberapa keanehan yang ditunjukkan pelaku antara lain dalam hal penyebutan nama dinas. Pelaku penipuan masih menggunakan istilah Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Padahal struktur organisasi di Pemerintah Kota Batam sudah berubah. Dispenda telah berganti menjadi BP2RD. Selain itu, pelaku juga menghubungi target menggunakan nomor seluler dengan kode luar Batam.

“Alhamdulillah, wajib pajak kita melek teknologi dan waspada selalu. Tidak ada yang sampai setor dana. Mereka langsung telepon kami, kami minta jangan dilayani,” ujarnya.

Adapun wajib pajak yang dihubungi adalah hotel-hotel di Kota Batam. Baik hotel berbintang seperti Radisson, Davienna, Harmoni One, Nagoya Plasa, Swiss Inn, maupun hotel melati.

Hotel-hotel ini, kata Azman, tidak memiliki tunggakan pajak. Kalaupun ada, pihaknya akan menyurati secara resmi. Bukan melalui sambungan telepon seperti yang dilakukan penipu ini.

“Kita imbau seluruh wajib pajak untuk tidak mudah percaya atas telepon seperti ini. Untuk yang sudah terjadi, kami sarankan pihak hotel lapor polisi,” kata dia.***

A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: